probisnis.id – PT SMPlus Digital Investama (SM+) menandatangani perjanjian akuisisi lima pusat data dari Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia. Langkah ini memperkuat posisi Sinar Mas dalam industri teknologi. Akuisisi ini diumumkan pada 12 Oktober 2026.
Pusat data yang diakuisisi berada di wilayah strategis, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru. Fasilitas tersebut telah beroperasi dan sebelumnya dimiliki oleh PDG sejak masuk ke pasar Indonesia pada 2019. PDG telah melakukan investasi untuk meningkatkan fasilitas agar dapat memenuhi kebutuhan penyimpanan data yang semakin tinggi.
SM+ adalah platform investasi infrastruktur digital yang didukung Sinar Mas. Rangu Salgame, CEO PDG, menyampaikan bahwa pelepasan aset ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Dia menegaskan bahwa PDG tidak mundur dari Indonesia, melainkan berupaya memperluas kemampuan dan membangun bisnis hyperscale.
PDG telah mengembangkan pusat data skala besar dengan kapasitas total 400 MW, termasuk JC2, JC3, dan JC4. Fasilitas ini dirancang untuk perusahaan teknologi besar yang membutuhkan ruang dan daya dalam jumlah besar. Salgame menambahkan bahwa transaksi ini adalah langkah alami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan hyperscale yang terus meningkat di Indonesia dan Asia Pasifik.
Selain itu, SM+ sebagai kendaraan investasi Sinar Mas sebelumnya telah mengumumkan kerjasama dengan Korea Selatan untuk mendirikan data AI. Akuisisi ini menunjukkan komitmen Sinar Mas dalam memperkuat infrastruktur digital di Indonesia.[]
Sumber: CNBC Indonesia






Komentar