Bisnis

Rupiah Mendekati Rp 18.000, Tekanan Eksternal dan Internal Terus Berlanjut

Rupiah Mendekati Rp 18.000, Tekanan Eksternal dan Internal Terus Berlanjut
Nilai tukar rupiah yang terus tertekan mendekati Rp 18.000 per dolar AS [Kompas]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Rupiah mengalami pelemahan mendekati ambang batas Rp 18.000 per dolar AS. Penyebab utama adalah tekanan eksternal dan internal. Kenaikan suku bunga sebesar 100 bps belum cukup untuk menguatkan rupiah.

Nilai tukar rupiah pada Rabu (24/6/2026) tercatat di Rp 17.960, melemah 0,57 persen dari penutupan sebelumnya. Depresiasi tahunan rupiah mencapai 7,66 persen. Sebelumnya, rupiah sempat menembus Rp 18.000 pada 4 Juni lalu.

Bank Indonesia merespons dengan pengetatan kebijakan moneter. Dalam sebulan, BI telah menaikkan suku bunga acuannya tiga kali total 100 bps hingga mencapai 5,75 persen. Meskipun demikian, rupiah masih melemah 2,92 persen.

Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 101,48, tertinggi dalam 13 bulan. Penguatan ini terjadi sepekan terakhir mencapai 2 persen dan 3 persen secara tahunan. Pergeseran arus modal dari saham teknologi ke aset aman menjadi penyebabnya.

Permintaan dolar AS dan obligasi Pemerintah AS meningkat. Aksi jual besar-besaran di saham teknologi dan semikondutor memicu anjloknya saham global. Menurut Ray Attrill, Kepala Strategi Valuta Asing di National Australia Bank, dolar AS masih menjadi aset safe haven pilihan.

Pasar melihat peralihan ke aset aman sebagai momentum positif. Lonjakan permintaan ini juga terkait ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS. Peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada Juli 2026 diperkirakan 37 persen dan 70 persen pada September 2026.

Pasar berharap keputusan ini memberikan keuntungan. Sentimen pasar tetap tertekan, menambah tantangan bagi nilai tukar rupiah ke depan.[]

Sumber: Kompas.id

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.