probisnis.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama relawan serta TNI/Polri berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu dan Sumbing. Kebakaran ini terjadi di Kabupaten Karanganyar dan Wonosobo, Magelang, serta Temanggung. Fokus utama dari upaya pemadaman adalah melindungi sumber air bagi masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan luas area yang terdampak kebakaran di Gunung Lawu mencapai sekitar 490 hektare. Di Gunung Sumbing, area yang terdampak di Kabupaten Wonosobo diperkirakan mencapai 300 hektare, dan di Kabupaten Magelang sekitar 16,2 hektare.
Luas wilayah terdampak di Kabupaten Temanggung masih dalam penghitungan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Metode water bombing dengan helikopter digunakan di Gunung Lawu untuk mengurangi titik api.
Bergas menyatakan bahwa upaya pemadaman sudah menunjukkan hasil. “Untuk hari ini sudah mengalami penurunan, karena sudah dilakukan beberapa kali upaya penanganan,” katanya pada konferensi pers di Kantor Gubernur. Opsi pemadaman melalui udara di Gunung Sumbing juga tengah dikaji, meski memerlukan kajian teknis yang matang.
Pertimbangan dalam penggunaan metode water bombing mencakup status tanggap darurat, ketersediaan sumber air, dan kondisi cuaca. Pihak BPBD sedang mengurus perizinan penggunaan helikopter untuk mendukung pemadaman di kawasan Gunung Sumbing.
Bergas menambahkan, penanganan tidak hanya fokus pada pemadaman api. Pembuatan sekat bakar dan perlindungan sumber air juga menjadi prioritas. “Fokusnya memang selain pemadaman, pembuatan ilaran (sekat bakar) dan menjaga sumber air bagi warga,” jelasnya.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Basya Radyananda turut memberikan dukungan dengan menyediakan peralatan dan logistik bagi personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Dari Dinas Sosial juga telah diberikan bantuan logistik untuk mendukung personel di lapangan.[]
Sumber: PPID Jateng






Komentar