probisnis.id – Denpasar (ANTARA) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Kerobokan melaksanakan razia gabungan dan tes urine secara serentak. Kegiatan ini dilakukan bersama aparat penegak hukum (APH) untuk memperkuat pengawasan dan mendeteksi dini gangguan keamanan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menyatakan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan BNN sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lapas.
Andiyani menjelaskan bahwa razia bertujuan memastikan tidak ada barang terlarang. Tes urine dilakukan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di kalangan warga binaan.
Kegiatan ini merupakan komitmen Lapas Perempuan Kerobokan untuk menjaga lingkungan aman dan kondusif. Dengan demikian, proses pembinaan dapat berjalan optimal.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Arahan ini terkait peningkatan kewaspadaan di lapas, LPKA, dan rutan di seluruh Indonesia.
Andayani menambahkan bahwa pelaksanaan razia dan tes urine melibatkan personel Polres Badung, Polsek Kuta Utara, Kodim 1611/Badung, dan BNN Kabupaten Badung. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari I Wayan Putu Sutresna dan Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Bali.
Sebelum pemeriksaan, seluruh personel mengikuti apel dan pengarahan. Hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan razia dan tes urine.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di kamar hunian dan barang milik warga binaan. Ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi keberadaan barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan.
Barang-barang yang ditemukan selama pemeriksaan akan diamankan dan diinventarisasi. Tindakan lebih lanjut akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada hari yang sama, tes urine juga dilakukan terhadap sejumlah petugas dan warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba.[]
Sumber: ANTARA News Bali






Komentar