probisnis.id – Hujan sangat ringan diperkirakan masih akan terjadi di Jawa Tengah bagian selatan. Hal ini disebabkan oleh faktor lokal meskipun cuaca umumnya cenderung cerah hingga berawan. Pengaruh kelembapan udara di lapisan atas atmosfer mendukung pembentukan awan hujan.
Menurut Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, data curah hujan menunjukkan Cilacap tercatat 0,2 milimeter. Di Banyumas, hujan tidak terukur, namun keduanya masuk dalam kategori sangat ringan.
Teguh menjelaskan bahwa hujan yang terjadi di musim kemarau ini lebih dipengaruhi oleh faktor lokal. Hal ini menyebabkan beberapa wilayah di Cilacap dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan ringan meskipun intensitasnya rendah.
BMKG memprakirakan cuaca di Jawa Tengah bagian selatan, termasuk Cilacap dan Banyumas, dalam beberapa hari ke depan cenderung cerah hingga berawan. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca dari BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.
Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat, khususnya nelayan, petani, dan pengguna jasa transportasi. Hal ini penting dalam perencanaan aktivitas sehari-hari agar lebih aman.
Hujan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas pada 22 dan 23 Juli, meskipun sedang berada di musim kemarau. Imam, seorang warga Banyumas, mengaku sempat kehujanan di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, pada 22 Juli. Dimas, warga lainnya, juga mengalami hal serupa di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran.[]
Sumber: ANTARA News Jateng






Komentar