probisnis.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan 1,11% pada sesi pertama perdagangan, turun 71,16 poin ke level 6.313,57. Penurunan ini menjadikan IHSG sebagai indeks dengan kinerja terburuk di kawasan emerging market Asia Pasifik.
Total nilai transaksi di pasar saham Indonesia mencapai Rp7,99 triliun, dengan perdagangan 20,63 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,36 juta kali. Seluruh sektor mengalami pelemahan, dengan sektor energi mengalami penurunan terdalam sebesar 2,21%.
Dari 680 saham yang diperdagangkan, 513 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 147 saham yang mengalami penguatan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat nilai transaksi terbesar, masing-masing Rp460,91 miliar dan Rp384,04 miliar.
Namun, harga saham BUMI turun 3,65%, dan BBRI turun 1,82%. Seiring dengan penurunan IHSG, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp351,12 miliar, dengan volume net sell mencapai 47,79 juta lembar. Saham-saham bank menjadi pemimpin dalam penjualan bersih oleh investor asing.
Meski IHSG melemah, saham-saham dari sektor pertambangan mineral dan telekomunikasi tetap diminati oleh investor asing. Rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Top 5 Net Foreign Sell pada sesi pertama 22 September mencakup sejumlah saham yang menarik perhatian.
Top 5 Net Foreign Buy terdiri dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan Rp54,85 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) mencapai Rp35,30 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp13,91 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan Rp13,55 miliar, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebanyak Rp13,51 miliar.
Sementara itu, Top 5 Net Foreign Sell didominasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mengalami penjualan bersih Rp129,60 miliar. Diikuti oleh PT Timah Tbk (TINS) dengan Rp67,36 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp61,16 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp52,10 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan Rp42,03 miliar.
Di tengah penurunan IHSG, mayoritas indeks saham di kawasan emerging market Asia Pasifik terpantau menguat. FBMKLCI Malaysia naik 0,87%, SET Thailand 0,71%, dan TWSE Taiwan 0,46%. Hanya IHSG dan PCOMP Filipina yang mengalami pelemahan, masing-masing -1,11% dan -0,03%.[]
Sumber: IDNFinancials






Komentar