Berita

Tapak Tuan Tapa, Jejak Legenda di Ujung Barat Selatan Aceh

Tapak Tuan Tapa, Jejak Legenda di Ujung Barat Selatan Aceh
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id — Debur ombak yang menghantam karang, hembusan angin laut yang membawa aroma asin, serta hamparan biru Samudra Hindia menjadi pemandangan pertama yang menyambut setiap pengunjung di Tapak Tuan, sebuah destinasi legendaris yang terletak di Kabupaten Aceh Selatan. Namun, daya tarik tempat ini bukan hanya keindahan alamnya.

Di balik batu-batu karang yang kokoh berdiri di tepi pantai, tersimpan sebuah kisah turun temurun yang telah hidup selama berabad abad dalam ingatan masyarakat setempat.

Tapak Tuan bukan sekadar nama sebuah kota. Nama itu lahir dari sebuah legenda yang begitu melekat dengan identitas masyarakat Aceh Selatan. Legenda tersebut berkisah tentang seorang pertapa sakti bernama Tuan Tapa, sosok yang dipercaya memiliki kesaktian luar biasa dan menghabiskan hidupnya untuk beribadah serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di kawasan pegunungan yang kini dikenal sebagai Gunung Tuan.

Menurut cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi, kehidupan Tuan Tapa yang tenang suatu ketika terusik oleh sebuah peristiwa besar di lautan. Kala itu, terjadi pertarungan sengit antara sepasang naga yang berasal dari negeri Tiongkok dengan keluarga Kerajaan Asralanoka. Pertempuran tersebut dipicu oleh perebutan seorang putri yang pernah diasuh dan dibesarkan oleh naga.

Gelombang laut bergulung tinggi, langit seolah menjadi saksi pertarungan dahsyat yang mengguncang kawasan pesisir. Ketika konflik itu semakin tak terkendali dan mengancam keselamatan banyak pihak, Tuan Tapa memutuskan turun dari tempat pertapaannya untuk menghentikan pertikaian tersebut.

Dengan kesaktiannya, ia melangkah menuju lokasi pertempuran. Konon, langkah raksasa yang diambilnya meninggalkan sebuah bekas telapak kaki pada batu karang di tepi laut. Jejak itulah yang kemudian dikenal sebagai Tapak Tuan dan menjadi asal-usul nama daerah tersebut.

Hingga kini, telapak kaki raksasa yang menyerupai kaki manusia lengkap dengan lima jari masih dapat disaksikan oleh para pengunjung. Cerukan pada batu karang itu menjadi simbol yang menghubungkan masa kini dengan legenda yang telah lama hidup di tengah masyarakat Aceh Selatan.

Tak jauh dari lokasi tapak, sejumlah batu karang unik juga diyakini memiliki keterkaitan dengan kisah Tuan Tapa. Masyarakat setempat percaya terdapat karang yang menyerupai kopiah dan tongkat milik sang pertapa. Di kawasan Desa Batu Itam, terdapat batu berbentuk hati yang diyakini sebagai bagian tubuh naga yang kalah dalam pertarungan.

Sementara di Pantai Batu Berlayar, berdiri karang besar yang bentuknya menyerupai layar kapal, dipercaya sebagai sisa kapal Raja dan Permaisuri yang hancur akibat dahsyatnya pertempuran tersebut.

Legenda itu semakin menarik dengan keberadaan sebuah makam misterius di pusat Kota Tapaktuan. Makam yang memiliki panjang sekitar 15 meter itu dipercaya sebagian masyarakat sebagai tempat menghilangnya Tuan Tapa. Meski belum dapat dibuktikan secara ilmiah, keberadaan makam tersebut menambah aura mistis sekaligus daya tarik sejarah bagi kawasan ini.

Seiring perkembangan waktu, kawasan wisata Tapak Tuan terus ditata dan direnovasi agar lebih nyaman dikunjungi. Jalur menuju lokasi kini semakin baik, memungkinkan wisatawan menikmati perjalanan dengan lebih mudah. Dari atas kawasan tapak, pengunjung dapat menyaksikan panorama laut lepas yang membentang luas, berpadu dengan tebing karang yang menjulang kokoh di bawah langit biru Aceh Selatan.

Saat senja tiba, pemandangan di sekitar Tapak Tuan menghadirkan suasana yang sulit dilupakan. Cahaya matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat memantul di permukaan laut, menciptakan warna keemasan yang memperindah lanskap pesisir. Pada momen seperti inilah banyak wisatawan memilih duduk sejenak di atas bebatuan, menikmati ketenangan sambil membayangkan legenda besar yang konon pernah terjadi di tempat tersebut.

Bagi masyarakat Aceh Selatan, Tapak Tuan bukan hanya objek wisata. Ia adalah simbol sejarah, identitas budaya, dan warisan cerita rakyat yang terus dijaga keberadaannya. Di tempat ini, alam dan legenda berpadu menjadi satu kesatuan yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi siapa saja yang datang berkunjung.

20260612 111751

Menjejakkan kaki di Tapak Tuan berarti menyusuri jejak kisah yang telah hidup selama berabad-abad. Sebuah perjalanan yang bukan hanya menawarkan keindahan panorama laut Aceh, tetapi juga mengajak setiap pengunjung menyelami kekayaan budaya dan cerita yang menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat pesisir Aceh Selatan.

Tapak Tuan Tapa, Jejak Legenda di Tepi Samudera Hindia

‎Ketua Ikatan Agam Inong Aceh, Teuku Muhammad Aidil menyebutkan, di jantung Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, terdapat sebuah destinasi wisata yang menyimpan kisah legenda turun-temurun, yakni Tapak Tuan Tapa.

‎”Objek wisata ini berupa jejak telapak kaki raksasa yang terukir di atas batu karang di kaki Gunung Lampu, tepat di tepi Samudera Hindia,” ungkapnya, Jum’at, (12/6/2026).

‎Menurut cerita rakyat kata Aidil, jejak tersebut merupakan bekas telapak kaki seorang pertapa sakti bernama Tuan Tapa yang bertarung melawan seekor naga demi menyelamatkan masyarakat pesisir.

‎”Telapak batu itu memiliki panjang sekitar tiga meter dan lebar 1,5 meter, menjadikannya salah satu ikon wisata paling terkenal di Aceh Selatan,” paparnya.

‎Selain menyuguhkan legenda yang melegenda, kawasan ini menawarkan panorama alam yang memukau. Dari anjungan Tapak Tuan Tapa, pengunjung dapat menikmati hamparan laut biru, perbukitan hijau, serta pemandangan Kota Tapaktuan dari ketinggian.

‎”Lokasinya berada di Kelurahan Pasar, Kecamatan Tapaktuan, hanya sekitar 1,5 kilometer dari Masjid Agung Tapaktuan,” ujarnya lagi.‎

‎Wisata ini dapat dinikmati secara gratis, sementara pengunjung hanya dikenakan biaya parkir yang terjangkau. Perpaduan antara sejarah, mitos, dan keindahan alam menjadikan Tapak Tuan Tapa sebagai destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Aceh Selatan. [ adv]

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.