probisnis.id – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah meningkatkan status aktivitasnya dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan perubahan status ini agar kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda lebih waspada.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menekankan pentingnya kewaspadaan bagi nakhoda, pemilik kapal, dan perusahaan pelayaran. Peringatan ini dikeluarkan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Dari informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), lima arahan telah diterbitkan untuk keselamatan pelayaran. Pertama, semua kapal di Selat Sunda harus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik yang mungkin terjadi.
Kedua, nakhoda diharapkan untuk memantau perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BMKG. Ketiga, kapal dilarang mendekati radius lima kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Siaga berlaku.
Keempat, nakhoda harus merencanakan pelayaran dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arah sebaran abu vulkanik. Terakhir, jika ada indikasi bahaya yang mengganggu keselamatan, nakhoda harus mengambil tindakan penghindaran dan melaporkan kepada instansi terkait.
Seluruh penyelenggara pelayaran juga diingatkan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi keselamatan pelayaran.[]
Sumber: detikNews






Komentar