Headline

Puluhan Calon Jemaah Haji di Lhokseumawe Jadi Target Penipuan, Modus Catut Nama Kementerian

Puluhan Calon Jemaah Haji di Lhokseumawe Jadi Target Penipuan, Modus Catut Nama Kementerian
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

Lhokseumawe — Puluhan calon jemaah haji di Kota Lhokseumawe dilaporkan menjadi sasaran aksi penipuan oleh oknum tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umrah. Sedikitnya 20 jemaah telah mendatangi kantor terkait untuk memverifikasi informasi mencurigakan yang mereka terima melalui sambungan telepon.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lhokseumawe, Jamaluddin, mengungkapkan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan berbagai modus, salah satunya berpura-pura melakukan pembaruan data jemaah.

“Pelaku meminta data pribadi seperti KTP dan nomor porsi pendaftaran. Bahkan ada yang mengirimkan tautan tertentu untuk diisi oleh jemaah,” ujar Jamaluddin kepada AJNN, Kamis (23/4/2026).

Tak hanya itu, pelaku juga meminta sejumlah uang dengan dalih mempercepat proses keberangkatan haji. Modus ini dinilai sangat rawan, terutama karena memanfaatkan lamanya antrean haji, khususnya bagi jemaah lanjut usia, sehingga mudah tergiur dengan janji percepatan.

Menurut Jamaluddin, pelaku kerap menggunakan bahasa Aceh maupun Bahasa Indonesia untuk meyakinkan korban. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan kerugian, karena para jemaah yang menerima informasi mencurigakan langsung melakukan verifikasi ke kantor setempat.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah agar tidak mudah percaya terhadap telepon atau pesan yang mengatasnamakan kementerian. Jika ragu, segera pastikan langsung ke kantor resmi,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kantor telah menyebarkan imbauan serta melakukan sosialisasi melalui media sosial guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan.

Jamaluddin menambahkan, kasus serupa tidak hanya terjadi di Lhokseumawe, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah lain. Bahkan, pelaku kerap mengaitkan modusnya dengan tawaran pinjaman online sebagai jebakan tambahan bagi korban.

“Kami berharap jemaah tetap berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh iming-iming percepatan keberangkatan, apalagi jika diminta menyerahkan data pribadi,” pungkasnya.

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.