probisnis.id – Danantara menyatakan kesiapannya untuk masuk pasar saham Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) drop lebih dari 10% pada 16 Oktober 2026.
CEO Danantara, Rosan Roeslani Perkasa, menganggap penurunan ini adalah kesempatan bagi investor. Ia hadir di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Kapolri Suyudi Ario Seto.
Rosan menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk investasi jangka panjang di pasar saham. Valuasi perusahaan-perusahaan di bursa, termasuk yang dimiliki negara, dianggap rendah karena koreksi yang terjadi.
Ia menyebut, penurunan IHSG adalah peluang bagi Danantara dan investor lain. Danantara memiliki tujuan investasi jangka panjang dan tidak hanya mencari keuntungan sesaat.
“Kami sangat meyakini bahwa di bursa kita pasti ada up and down. Tapi ini bukan soal fundamental, lebih kepada technical dan rumors di market,” ujar Rosan.
Rosan juga menegaskan optimisme Danantara untuk berinvestasi di saham-saham Indonesia. Ia tidak merinci berapa alokasi dana yang akan disalurkan ke pasar saham.
Pada awal 2026, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa Danantara siap menyalurkan investasi hingga US$14 miliar sepanjang tahun ini. Dana tersebut berasal dari dividen perusahaan yang ada dalam portofolio Danantara.
Pada tahun sebelumnya, Danantara telah mengalokasikan sekitar US$8 miliar. Total investasi yang harus disalurkan tahun ini mencapai US$14 miliar, meningkat signifikan dari tahun lalu.[]
Sumber: IDNFinancials






Komentar