probisnis.id – Tiga bank sentral utama dunia telah menaikkan suku bunga, tetapi imbal hasil UST 10Y mengalami penurunan ke 4,94%. Harga Brent tetap stabil di sekitar US$104. Rupiah melemah ke level Rp17.742, sementara investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham sekitar USD65 juta.
Pada pekan ketiga September 2026, IHSG turun 0,33% menjadi 6.441, dan anjlok sekitar 100 poin dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di posisi 6.541. Arus keluar ekuitas investor asing sepanjang minggu ini mencapai USD65 juta, menunjukkan sentimen negatif di pasar.
Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah healthcare dan properti, yang masing-masing merosot -4,56% dan -3,57%. Pasar dengan performa terbaik adalah CPO dan Indeks Nikkei, yang masing-masing naik 2,95% dan 1,57%. Sementara itu, harga crude oil dan coal mengalami koreksi, masing-masing turun -1,82% dan -1,76%.
Ashmore Asset Management mencatat bahwa The Fed menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 4,00% dari sebelumnya 3,75%. Kenaikan suku bunga ini adalah yang pertama sejak 2023 dan merupakan respons terhadap tekanan inflasi yang sebagian besar disebabkan oleh biaya energi.
Data mendukung keputusan tersebut menunjukkan ekonomi tetap kuat. Penjualan ritel meningkat 1,2% pada Agustus, dan klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 196 ribu dari ekspektasi 208 ribu. Kuatnya permintaan konsumen dan lapangan kerja memberi peluang bagi The Fed untuk memperketat kebijakan jika inflasi terus berlanjut.
Di Kanada, inflasi utama bertahan di 3,0%, sementara inflasi inti naik tipis menjadi 2,4%, sedikit di atas ekspektasi. Eropa menunjukkan penurunan sentimen ekonomi kawasan Euro yang tajam menjadi 25,8 dari 31,4, jauh di bawah ekspektasi 39,9, akibat guncangan energi yang membebani kepercayaan.
Sentimen ekonomi Jerman juga berada di bawah perkiraan, dengan harga grosir meningkat menjadi 6,8% dari 5,3%. Surplus perdagangan kawasan Euro melebar menjadi EUR14,2 miliar. Di Inggris, Bank of England memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di 3,75% meskipun inflasi meningkat menjadi 3,1% dari sebelumnya 2,9%.[]
Sumber: Indo Premier Sekuritas






Komentar