probisnis.id – Berkshire Hathaway dan Micron Technology berada pada nilai yang lebih rendah dibandingkan pasar secara umum. Namun, cerita di balik keduanya sangat berbeda. Berkshire melaporkan kenaikan 18% pada pendapatan operasional kuartal pertama dan mungkin telah membeli kembali saham senilai rekor $11 miliar pada kuartal kedua.
Kepastian ini datang dari CEO Greg Abel dan Ketua Warren Buffett. Sementara itu, Micron mengalami lonjakan keuntungan yang didorong oleh permintaan chip memori dan AI. Pendapatan per saham Micron diproyeksikan meningkat dari $4,60 menjadi $31.
Perbedaan antara stabilitas Berkshire yang kaya kas dan lonjakan siklus Micron menimbulkan pertanyaan penting bagi investor. Mereka harus memilih antara investasi yang stabil atau siklus chip yang telah menghukum pemegang saham sebelumnya.
Musim panas ini, investor dihadapkan pada pilihan yang tidak biasa: dua nama blue-chip dengan valuasi yang tampak murah. Berkshire Hathaway (BRK.A) (BRK.B) mendekati puncak 52-minggu pada sekitar 15 kali pendapatan yang dilaporkan. Sementara Micron Technology (MU) mengalami penurunan lebih dari sepertiga dari puncaknya dan masih diperdagangkan sekitar 20 kali pendapatan.
Kedua perusahaan tampak murah dibandingkan dengan pasar yang lebih luas. Namun, cerita yang mendasari keduanya mengarah ke arah yang berlawanan. Pendapatan Berkshire berasal dari kerajaan yang terdiversifikasi dengan baik yang menghasilkan keuntungan dalam berbagai kondisi ekonomi.
Di sisi lain, pendapatan Micron bergantung pada bisnis chip memori yang terkenal siklis. Saat ini, bisnis tersebut mengalami salah satu lonjakan terbesarnya dalam sejarah. Perbedaan model bisnis ini membawa implikasi nyata bagi investor yang mempertimbangkan di mana menaruh modal baru.
Pendapatan operasional Berkshire pada kuartal pertama naik 18% tahun ke tahun menjadi $11,3 miliar. Ini didorong oleh koleksi luas operasi asuransi, rel kereta api BNSF, bisnis energi teratur, dan puluhan perusahaan manufaktur serta layanan. Pada akhir kuartal pertama, Berkshire juga memiliki rekor $397 miliar dalam bentuk kas dan surat utang jangka pendek.
CEO baru Greg Abel, yang menggantikan Warren Buffett, mulai memanfaatkan kas tersebut. Berkshire menyelesaikan akuisisi pembangun rumah Taylor Morrison pada akhir Juli. Analisis Barron terhadap pengarsipan SEC menunjukkan bahwa Abel mungkin juga meningkatkan pembelian kembali saham secara dramatis pada kuartal kedua.
Antara 14 April dan 14 Juli, saham Kelas A Berkshire mengalami pembelian kembali yang signifikan. Ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari manajemen terhadap prospek perusahaan di masa depan. Kontras antara dua perusahaan ini memberikan gambaran jelas tentang pilihan investasi yang dihadapi para investor saat ini.[]
Sumber: BigGo Finance






Komentar