probisnis.id – Bahrain dan Kuwait secara diam-diam mengerahkan jet tempur untuk menyerang target di Iran. Ini merupakan tindakan pembalasan langsung pertama kedua negara terhadap Iran. Serangan ini dilaporkan oleh Wall Street Journal yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui detail serangan tersebut.
Serangan udara yang dilakukan pada awal bulan ini menargetkan fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran, serta situs-situs militer lainnya. Kedua negara Teluk tersebut dikenal memiliki angkatan udara yang kecil, dilengkapi pesawat buatan AS dan Eropa. Mereka tidak ingin membiarkan Teheran terus menyerang tanpa balasan.
Menurut laporan dari Jerusalem Post, negara-negara lain seperti Oman dan Qatar sudah lama mengambil kebijakan seimbang antara Iran dan Barat. Mereka menunjukkan sedikit keinginan untuk menghadapi Teheran secara langsung.
Arab Saudi juga dilaporkan bergabung dengan Uni Emirat Arab dalam serangan terhadap Iran pada tahap awal perang. Meski begitu, mereka kini sedang mempertimbangkan kembali posisi mereka. Uni Emirat Arab sebelumnya telah menyerang Iran dan memberikan informasi intelijen untuk serangan terbaru ini.
Serangan Iran sebelumnya telah menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain. Selain itu, sebuah rudal juga menghantam markas kelompok oposisi Kurdi Iran di Erbil, Irak. Dalam dua hari terakhir, Iran memutuskan untuk menghentikan serangannya ke AS setelah Presiden Donald Trump memberikan sinyal untuk melanjutkan negosiasi.[]
Sumber: detikNews






Komentar