Internasional

AS Cegat Tiga Kapal Tanker Iran di Perairan Asia, Ketegangan Global Kian Meningkat

AS Cegat Tiga Kapal Tanker Iran di Perairan Asia, Ketegangan Global Kian Meningkat
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Asia semakin memanas. Militer dilaporkan mencegat sedikitnya tiga kapal tanker minyak berbendera dan memaksa mereka mengubah jalur pelayaran di perairan strategis Asia, termasuk dekat , , dan .

Informasi ini diungkap sejumlah sumber perkapalan dan keamanan kepada dan , Kamis (23/4/2026).

Langkah pencegatan ini merupakan bagian dari blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap perdagangan Iran, seiring meningkatnya konflik bersenjata antara AS dan melawan Iran. Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda kuat bahwa perundingan damai akan kembali dilakukan, meski gencatan senjata disebut masih berlangsung dalam kondisi rapuh.

Situasi semakin kompleks setelah  jalur vital distribusi energi dunia mengalami gangguan serius. Penutupan jalur ini berdampak pada sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global, memicu kekhawatiran krisis energi di berbagai negara.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan AS juga dilaporkan menyita satu kapal kargo dan satu kapal tanker milik Iran. Sebaliknya, pihak Iran mengklaim telah menangkap dua kapal kontainer yang mencoba keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu (22/4), setelah sebelumnya terjadi aksi penembakan terhadap kapal-kapal tersebut. Ini menjadi penyitaan pertama oleh Iran sejak konflik terbuka dimulai.

Dari tiga kapal tanker yang dicegat, salah satunya adalah Deep Sea, kapal tanker super berbendera Iran yang membawa sebagian muatan minyak mentah dan terakhir terdeteksi di perairan Malaysia. Kapal lain, Sevin, berkapasitas hingga satu juta barel, diketahui mengangkut sekitar 65 persen muatan saat dicegat.

Sementara itu, kapal tanker super Dorena yang membawa penuh sekitar dua juta barel minyak mentah juga turut dicegat. Kapal ini terakhir terpantau di lepas pantai India selatan beberapa hari lalu.

Komando Pusat AS menyatakan bahwa Dorena sempat dikawal kapal perusak Angkatan Laut AS di setelah diduga mencoba melanggar blokade.

Dalam pernyataan resminya, Komando Pusat AS juga mengungkapkan bahwa sejak diberlakukannya blokade terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, sedikitnya 29 kapal telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan asal.

Situasi ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi global, terutama di sektor energi.

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.