Berita

Dinas Kesehatan Jateng Tanggapi Kecelakaan Kereta di Semarang

Dinas Kesehatan Jateng Tanggapi Kecelakaan Kereta di Semarang
Dinas Kesehatan Jateng memberikan perhatian kepada korban kecelakaan kereta di RSUP Dr. Kariadi Semarang [Humas Jateng]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – SEMARANG — Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian kepada korban kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Kota Semarang. Korban saat ini menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengatakan pihaknya mengecek kondisi terakhir korban setelah instruksi dari Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi.

Dari tiga korban kecelakaan tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu HRA (9) dan Rujito (45). HRA meninggal dunia saat tiba di rumah sakit, sedangkan Rujito meninggal dunia saat dilakukan tindakan medis. “Korban yang berusia 12 tahun (ZIA) kondisi kurang bagus dan masih dirawat di Ruang PICU RSUP Dr. Kariadi,” ujar Ka Dinkes Jateng.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya memberikan perhatian dan dukungan maksimal terkait pembiayaan rumah sakit. Selain itu, pembiayaan ditanggung oleh Jasa Raharja. Pemprov Jateng melalui Dinas Kesehatan terus memantau kondisi korban luka berat dan melakukan pendampingan kepada keluarga korban.

“Atensi dan pendampingan kepada keluarga juga kami lakukan. Kebetulan ibu dari korban adalah pegawai puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan,” tambah Zulfachmi. Kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban Rujito yang mengendarai sepeda motor Honda Supra mengantar dua keponakannya ke sekolah. Sepeda motor tersebut tertabrak kereta barang yang melaju dari arah Barat ke Timur. Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban saat melayat ke rumah duka di Kaliasin, Semarang Utara.

Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan korban meninggal serta kesembuhan bagi korban yang masih dirawat. “Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan,” katanya.

Gubernur juga menyatakan bahwa rumah sakit akan dibantu penuh untuk meringankan penderitaan keluarga korban. Ia menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api.[]

Sumber: Humas Provinsi Jawa Tengah

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.