Politik

Aleksander Čeferin Protes FIFA dengan Tidak Hadir di Final Piala Dunia

Aleksander Čeferin Protes FIFA dengan Tidak Hadir di Final Piala Dunia
Aleksander Čeferin saat hadir di acara UEFA [Reuters]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Presiden UEFA Aleksander Čeferin tidak menghadiri final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol sebagai bentuk protes terhadap FIFA. Meskipun ia hadir di Meksiko City untuk pertandingan pembuka, ia memilih untuk tidak pergi ke New Jersey pada hari Minggu.

Keputusan ini dipicu oleh serangkaian keputusan yang diambil oleh badan sepak bola dunia. UEFA sangat mengkritik keputusan FIFA yang membebaskan striker AS, Folarin Balogun, dari skorsing setelah intervensi Presiden AS, Donald Trump.

Ceferin menilai tindakan ini tidak dapat diterima dan menyebutnya “tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan”. UEFA mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa ketika kepastian aturan tidak terjamin, integritas permainan terancam.

Selain itu, Ceferin juga menentang perubahan lain yang diprakarsai oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, termasuk pertunjukan saat jeda pertandingan. Infantino ingin memperkenalkan pertunjukan selama jeda, yang tidak akan diterapkan di Liga Champions atau Kejuaraan Eropa.

Pertunjukan tersebut melibatkan artis besar seperti Madonna, BTS, Shakira, dan Justin Bieber, yang memperpanjang jeda dari 15 menit menjadi 27 menit 22 detik. UEFA juga menentang rencana untuk mengadakan Piala Dunia dengan 64 tim.

Keputusan FIFA mengenai tiket yang mahal menjadi kontroversi di UEFA. UEFA berencana untuk membekukan harga tiket untuk Euro 2028, agar pendukung dapat membeli lima tiket dengan harga satu tempat parkir di stadion Piala Dunia di AS.

BBC Sport melaporkan bahwa UEFA telah menginstruksikan VAR-nya untuk tidak mempertimbangkan diving di bawah protokol identitas yang salah, berbeda dengan yang diterapkan FIFA selama Piala Dunia.

Selain itu, pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan tidak akan mendapat kartu merah dalam kompetisi UEFA. Kasus ini menjadi perhatian ketika winger Benfica, Gianluca Prestianni, terlibat insiden serupa selama pertandingan Liga Champions.[]

Sumber: BBC

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.