probisnis.id – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyapa tiga gubernur di acara peluncuran biosolar B50. Acara ini berlangsung di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam peluncuran tersebut.
Bahlil berkelakar bahwa ketiga gubernur sudah mewakili suara mayoritas di Indonesia. Ia mengapresiasi kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dalam sambutannya, Bahlil mengatakan, “Koalisi aman, Kang Dedi harus rem, gas, rem, gas, harus dipakai.” Ia meyakini bahwa dukungan gubernur-gubernur tersebut memperkuat posisi koalisi pemerintah.
Sejumlah menteri juga hadir, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kehadiran mereka menambah legitimasi acara peluncuran ini.
Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen dalam bahan bakar minyak solar. Ini merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk menekan impor BBM dan meningkatkan ketahanan energi.
Bahlil menekankan bahwa implementasi B50 bukan sekadar meningkatkan porsi biodiesel. Program ini juga bertujuan memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi nasional.
Pemerintah mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dalam pelaksanaan program ini. Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 juga mengatur kewajiban pencampuran biodiesel.
Dalam masa transisi, badan usaha diharapkan dapat menjalankan program ini secara efektif. Hal ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi dan ketahanan energi di Indonesia.[]
Sumber: detikNews






Komentar