probisnis.id – Pelatih Barcelona Hansi Flick memberikan peringatan kepada pemainnya, Lamine Yamal, terkait aksi kibarkan bendera Palestina. Yamal mengibarkan bendera Palestina saat parade juara LaLiga dan Piala Super Spanyol.
Barcelona menggelar parade juara keliling kota pada Senin, 11 Mei 2025 waktu setempat. Dalam momen itu, Yamal kedapatan mengibarkan bendera Palestina.
Pemain berusia 18 tahun itu memegang tongkat dengan bendera Palestina dari atas bus. Momen itu menjadi sorotan karena Palestina selalu menjadi isu sensitif di sepakbola.
Hansi Flick mengaku tidak menyukai hal tersebut. Namun, ia membebaskan Yamal melakukannya atas dasar keinginan sang pemain sendiri.
“Ini adalah hal-hal yang biasanya tidak saya sukai. Saya sudah membicarakannya dengannya dan saya sudah bilang kepadanya bahwa jika dia ingin melakukannya, itu keputusan dia sendiri, dia sudah berusia 18 tahun,” kata Hansi Flick, mengutip Marca.
“Kami berkomitmen untuk bermain sepakbola dan kami harus mempertimbangkan apa yang diharapkan orang-orang dari kami,” katanya.
Di sepakbola Eropa, beberapa klub punya sikap berbeda soal Palestina. Anwar El Ghazi misalnya, ia diputus klub Bundesliga Mainz 05 karena menyuarakan pembelaannya pada Palestina pada 2023.
Kasus itu berbuntut panjang dengan sang pemain menuntutnya ke Pengadilan Arbitrase. El Ghazi memenangkan gugatannya.
Sementara di Inggris, Arsenal memecat kit man bernama Mark Bonnick. Bonnick sudah bekerja selama 22 tahun karena menyuarakan dukungannya ke Palestina lewat media sosial tahun lalu.
Bonnick juga menyeret The Gunners ke pengadilan atas pemecatannya. Kasus serupa menunjukkan sensitivitas isu Palestina di sepakbola Eropa.[]
Sumber: detiksport






Komentar