Uncategorized

Pelatih Irak Kritik Keputusan AFC yang Rugikan Timnas Indonesia

Pelatih Irak Kritik Keputusan AFC yang Rugikan Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, saat memberikan pernyataan dalam wawancara [YouTube The Howie Games]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengkritik keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang dinilai tidak adil terhadap Timnas Indonesia. Kritik tersebut disampaikan dalam wawancara dengan YouTube The Howie Games pada Selasa, 5 Mei 2026.

Arnold menyoroti perubahan mendadak lokasi pertandingan dan jadwal yang sangat padat bagi skuad Garuda. Keputusan AFC dianggap tidak konsisten dengan rencana awal yang telah disepakati sebelumnya.

Pada mulanya, AFC menyatakan bahwa fase playoff ini akan dilangsungkan di lokasi netral. Namun, otoritas sepak bola Asia tersebut justru menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai penyelenggara pertandingan secara resmi.

“Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengonfirmasi Asosiasi Sepak Bola Qatar dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi sebagai Asosiasi Anggota Tuan Rumah untuk Playoff Kualifikasi Asia AFC (babak keempat) yang akan datang,” bunyi keterangan resmi dari AFC.

Penunjukan Arab Saudi sebagai tuan rumah memicu perdebatan karena posisi peringkat FIFA. Saat pengumuman pada Juni 2025, posisi Irak secara teknis berada di atas Arab Saudi, namun status tuan rumah justru diberikan kepada negara tersebut.

Kondisi ini berdampak langsung pada kesiapan fisik pemain Indonesia. Tim yang dikapteni Jay Idzes ini baru mendarat di Arab Saudi pada Selasa, 7 Oktober 2025, dan harus bertanding keesokan harinya.

Dalam laga perdana Grup B tersebut, Indonesia dipaksa menyerah dengan skor 2-3 dari tuan rumah. Hanya berselang tiga hari, pada 11 Oktober 2025, mereka harus kembali berduel melawan Irak dan kalah tipis 0-1.

Situasi kontras dialami oleh Arab Saudi yang mendapatkan waktu istirahat jauh lebih panjang. Mereka baru memainkan pertandingan kedua melawan Irak pada 14 Oktober 2025.

“Jujur, saya merasa playoff (babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia) itu tidak adil. Terutama dengan apa yang terjadi dengan Timnas Indonesia,” ucap Graham Arnold dikutip dari YouTube The Howie Games, Selasa (5/5/2026).

“Pada awal kualifikasi, kami diberitahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral. Namun, ketika undian dilakukan, semuanya berubah,” imbuhnya.

Arnold menyayangkan kebijakan AFC yang menunjuk tuan rumah tanpa mempertimbangkan peringkat dunia tim peserta. Hal ini dianggap memberikan keuntungan tidak adil bagi tim dengan status tuan rumah.[]

Sumber: Babel Insight

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.