Uncategorized

Bitcoin Bertahan di Atas US$78.000, S&P 500 Cetak Rekor Baru

Bitcoin Bertahan di Atas US$78.000, S&P 500 Cetak Rekor Baru
Grafik harga bitcoin yang menunjukkan level US$78.180 pada sesi Asia, didukung sentimen positif regulasi kripto AS [CoinDesk]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Harga bitcoin hari ini bertahan di atas US$78.000 dan sempat mendekati US$80.000. Pergerakan ini didorong sentimen positif dari kemajuan regulasi kripto di Amerika Serikat serta penguatan pasar saham global.

Menurut laporan CoinDesk pada 3 Mei 2026, bitcoin diperdagangkan di level US$78.180 pada sesi Asia Sabtu. Angka ini naik sekitar 0,8% dalam sepekan.

Kenaikan ini terjadi setelah sempat turun ke kisaran US$75.500 pada Rabu. Penurunan itu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul laporan eskalasi militer Iran.

Pemulihan di pasar kripto terjadi seiring meredanya tensi global. Teheran dilaporkan menyampaikan proposal gencatan senjata baru kepada Washington melalui Pakistan, dikutip dari CoinDesk pada 3 Mei 2026.

Hal itu turut menekan harga minyak WTI hampir 3% ke sekitar US$102 per barel. Pasar saham AS menunjukkan kinerja kuat di saat yang sama.

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,3% pada Jumat. Indeks ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, menandai penguatan selama lima pekan berturut-turut.

Penguatan itu ditopang oleh kinerja solid saham teknologi berkapitalisasi besar. Nasdaq 100 juga menguat 0,9% ke level tertinggi baru.

Saham Apple naik 3,2% setelah proyeksi pendapatan melampaui ekspektasi. Oracle melonjak 6,5% setelah bergabung dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk jaringan rahasia Pentagon, dikutip dari CoinDesk pada 3 Mei 2026.

Dari sisi regulasi kripto, Senat AS merilis teks kompromi Clarity Act yang telah lama dinegosiasikan. Kesepakatan ini mengakhiri berbulan-bulan pembahasan antara perusahaan kripto dan pelobi perbankan.

Kesepakatan yang dirumuskan oleh Senator Thom Tillis dan Angela Alsobrooks ini melarang penerbit stablecoin memberikan imbal hasil yang murni berasal dari penyimpanan cadangan. Namun aturan itu tetap mengizinkan skema insentif berbasis aktivitas pengguna di platform kripto.

Perkembangan regulasi ini menjadi katalis penting bagi pasar kripto. Regulasi memberikan kejelasan terkait model bisnis stablecoin dan produk imbal hasil di industri tersebut.

Coinbase yang berada di pusat pembahasan langsung menyatakan dukungan. Chief Legal Officer Coinbase Paul Grewal menilai aturan ini tetap mempertahankan imbalan berbasis partisipasi nyata.[]

Sumber: IDNFinancials

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.