Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, meski kondisi fiskal daerah saat ini terbatas.
Penegasan tersebut disampaikan M. Nasir saat menerima audiensi Pengurus KONI Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/2/2026). Pertemuan membahas program kerja serta kebutuhan anggaran KONI Aceh tahun 2026.
M. Nasir mengakui bahwa kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan. Namun, Pemerintah Aceh tetap mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk KONI Aceh pada tahun ini.
“Kondisi fiskal memang sedang menantang, tetapi Pemerintah Aceh tetap berkomitmen mendukung KONI Aceh. Tahun ini telah kita anggarkan Rp20 miliar dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan atlet,” ujar M. Nasir.
Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri, yang akrab disapa Pon Yaya, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Sekda Aceh terhadap olahraga di provinsi ini. Ia juga menjelaskan sejumlah kebijakan KONI Aceh pada akhir tahun lalu, termasuk penghentian pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) akibat kondisi bencana.
“Pra PORA dihentikan karena kondisi bencana. Anggaran yang tersedia kita alihkan untuk bantuan kemanusiaan,” kata Pon Yaya.
Selain itu, KONI Aceh juga berencana menggeser pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA). Menurut Pon Yaya, pelaksanaan PORA tahun ini tidak memungkinkan karena faktor cuaca dan dampak banjir di sejumlah daerah.
“PORA direncanakan digeser ke musim kering tahun berikutnya. Saat ini banyak kabupaten/kota masih fokus pada pemulihan pascabanjir, sehingga pelaksanaan PORA tahun ini tidak memungkinkan,” jelasnya.
Pon Yaya menambahkan, guna mencapai target 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, KONI Aceh membutuhkan dukungan tambahan anggaran, terutama untuk pembinaan atlet dan pelatih. Total anggaran yang dibutuhkan KONI Aceh mencapai Rp64 miliar.
Menanggapi hal tersebut, M. Nasir menyatakan kesepahaman dengan KONI Aceh terkait pentingnya persiapan yang matang untuk meningkatkan prestasi olahraga Aceh.
“Kita sepakat bahwa persiapan yang cukup merupakan kunci meraih prestasi. Saya memiliki tanggung jawab moral terhadap KONI Aceh dan akan mendorong upaya penambahan anggaran melalui mekanisme perubahan APBA,” tegas M. Nasir. [adv]

