Bisnis

IHSG Menguat 2,28% di Penutupan Jumat, Rupiah di Rp17.963/US$

IHSG Menguat 2,28% di Penutupan Jumat, Rupiah di Rp17.963/US$
Grafik pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS [IDNFinancials]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,28% menjadi 5.875,78 pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat turun lebih dari 3% minggu ini. Pada pekan ini, IHSG mencapai level terendah di 5.607.

Nilai transaksi saham di pasar reguler mengalami penurunan sekitar 10%, mencapai Rp9,13 triliun pada Jumat. Angka ini masih di bawah rata-rata transaksi harian dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mencatat transaksi tertinggi, mencapai Rp1,21 triliun. Harga saham BBCA menguat 4,31% menjadi Rp6.050 per lembar.

Seluruh indeks sektoral terpantau menguat, dengan kenaikan tertinggi pada sektor industri sebesar 3,61%. Sektor barang baku juga naik 3,24%. Penguatan IHSG kali ini sejalan dengan kenaikan indeks saham lain di kawasan emerging market Asia Pasifik.

Indeks KOSPI memimpin dengan kenaikan 5,76%, diikuti oleh IHSG dan Hang Seng yang masing-masing menguat 1,28%. Namun, indeks MXAP yang berisi saham-saham pilihan MSCI untuk kawasan Asia Pasifik, turun 1,43%.

Dari pasar valuta asing, seluruh mata uang di kawasan Asia Pasifik menguat terhadap dolar AS. Rupiah menguat 0,18% dan bertahan di Rp17.963 per dolar AS, menurut data Bloomberg.

Won Korea memimpin penguatan mata uang dengan kenaikan 0,50% terhadap dolar AS, seiring dengan pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai 0,12%.[]

Sumber: IDNFinancials.com

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.