probisnis.id – China dan Presiden Xi Jinping kini lebih disukai dibandingkan Amerika Serikat dan Donald Trump. Hal ini terlihat dari perubahan pandangan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Survei Pew Research Center menunjukkan, pamor China mengungguli AS untuk pertama kalinya dalam dua dekade.
Survei yang dilakukan antara Februari dan Mei 2026 ini melibatkan 36 negara dan wilayah. Hasilnya menunjukkan, masyarakat di 25 negara lebih memandang positif China dibandingkan AS. Negara-negara tersebut mencakup Kanada, Meksiko, dan Indonesia.
Hanya enam negara yang masih memandang AS lebih positif, termasuk Israel. Survei ini dipublikasikan pada 15 Juli 2026 waktu Washington atau 16 Juli 2026 di Indonesia.
Di Indonesia, 72 persen responden kini memiliki pandangan positif terhadap China, sementara hanya 29 persen yang berpandangan serupa terhadap AS. Dengan demikian, China unggul 43 poin dari AS.
Angka ini berbeda jauh dari 2023, ketika 55 persen responden Indonesia lebih menyukai AS dibandingkan 49 persen untuk China. Kepercayaan terhadap kedua pemimpin juga menunjukkan kesenjangan signifikan.
Sebanyak 62 persen responden Indonesia percaya bahwa Xi akan melakukan hal yang benar dalam urusan dunia. Sebaliknya, kepercayaan terhadap Trump hanya mencapai 20 persen.
Meski secara global, AS masih unggul dalam penghormatan terhadap kebebasan pribadi, selisihnya menyusut. Di Indonesia, lebih banyak responden yang menilai Pemerintah China menghormati kebebasan pribadi dibandingkan pemerintah AS.
Pola serupa juga terlihat di negara-negara lain seperti Bangladesh, Malaysia, Thailand, dan Tepi Barat serta Jerusalem Timur. Laura Silver, Direktur Madya Riset Sikap Global Pew, menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam 20 tahun pew memantau opini global, bahwa China dipandang lebih positif.[]
Sumber: Kompas.id






Komentar