probisnis.id – Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran mengenai rencana Israel untuk membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Peringatan ini disampaikan saat keduanya terlibat dalam perundingan untuk mengakhiri perang. Informasi ini dirilis oleh New York Times (NYT) pada Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut laporan NYT, sejumlah pejabat AS, baik yang aktif maupun sudah tidak menjabat, mengungkapkan bahwa Israel mungkin merencanakan pembunuhan terhadap Araghchi dan Ghalibaf. Peringatan ini disampaikan secara tidak langsung kepada negara-negara di Timur Tengah yang diminta untuk memperingatkan Iran.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa kekhawatiran muncul setelah gencatan senjata diberlakukan pada awal April lalu. Perundingan antara Washington dan Teheran, yang dimediasi oleh Pakistan, semakin intensif saat itu.
Pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa sangat khawatir tentang kemungkinan upaya pembunuhan tersebut. Mereka meminta sekutu AS di kawasan untuk memperingatkan Iran mengenai rencana Israel ini.
Menurut NYT, pejabat AS percaya bahwa setiap upaya pembunuhan setelah perundingan dimulai akan menghentikan proses negosiasi dan memicu kembali ketegangan antara AS, Israel, dan Iran. Washington diketahui bahwa Ghalibaf telah dimasukkan ke dalam daftar target Israel.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Iran meminta jaminan dari AS, melalui mediator Pakistan dan Qatar. Jaminan tersebut untuk memastikan bahwa Israel tidak akan menyerang tim negosiator Iran selama pertemuan diplomatik berlangsung.
Ancaman nyata terhadap Ghalibaf muncul saat ia sedang dalam penerbangan. Pesawat yang membawanya terpaksa melakukan pendaratan darurat karena ancaman tersebut.[]
Sumber: detikNews






Komentar