Politik

Pembantaian Mengerikan di Batavia, Mayat Berserakan di Kali

Pembantaian Mengerikan di Batavia, Mayat Berserakan di Kali
Ilustrasi pembantaian massal yang terjadi di Batavia pada tahun 1740 [CNBC Indonesia]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Pada 10 Oktober 2026, terjadi pembantaian massal di Batavia, kini Jakarta, yang menyebabkan ribuan orang tewas. Tragedi ini terjadi 286 tahun lalu dan mengubah warna kali menjadi merah akibat banyaknya mayat yang berserakan. Pembantaian ini merupakan tindakan brutal yang dilakukan oleh VOC terhadap warga Tionghoa.

Tragedi ini berpangkal dari masalah kependudukan di Batavia. Populasi warga Tionghoa meningkat pesat, mencapai antara 4.000 hingga belasan ribu orang, sementara kondisi perekonomian dunia sedang lesu. Gubernur Jenderal VOC, Adriaan Valckenier, merasa perlu mengurangi jumlah mereka dan berencana memindahkan warga Tionghoa ke wilayah lain, seperti Sri Lanka.

Kabar mengenai pemindahan ini menimbulkan kecurigaan di kalangan warga Tionghoa. Mereka menduga bahwa pemindahan tersebut adalah kedok untuk membuang mereka ke tengah laut. Dengan adanya ketidakpastian, warga Tionghoa mulai mengorganisasi perlawanan dan menyerang sasaran penting milik VOC, seperti pabrik gula.

Ketegangan semakin meningkat ketika puluhan tentara VOC dilaporkan tewas akibat perlawanan. Sejarawan M.C Ricklefs mencatat bahwa pada 9 Oktober 1740, Valckenier mengerahkan pasukan besar untuk menyisir permukiman warga Tionghoa di Batavia. Tindakan militer ini memicu pembantaian yang lebih brutal keesokan harinya.

Pada 10 Oktober 1740, pembantaian dimulai. Semua orang Tionghoa yang ditemukan menjadi sasaran, tanpa pandang usia maupun jenis kelamin. G. Bernhard Schwarzen, dalam catatan berjudul Reise in Ost-Indien, menuliskan bahwa jumlah korban sangat besar. Jalanan, gang, dan kanal di Batavia dipenuhi mayat.

Schwarzen menyebutkan, “Bahkan kaki kita tak akan basah ketika menyeberangi kanal jika melewati tumpukan mayat.” Tragedi ini menjadi salah satu catatan mengerikan dalam sejarah Indonesia, menggambarkan kekejaman yang dialami oleh warga Tionghoa di Batavia.[]

Sumber: CNBC Indonesia

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.