Bisnis

Kemenperin Dukung Insentif untuk Kendaraan Hibrida dan REEV

Kemenperin Dukung Insentif untuk Kendaraan Hibrida dan REEV
Kendaraan hibrida yang sedang diuji coba di Jakarta [Kompas]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Kementerian Perindustrian mendorong pemberian insentif bagi kendaraan hibrida, PHEV, dan REEV di Indonesia. Insentif ini dirasa perlu untuk mempercepat pengembangan industri otomotif berbasis elektrifikasi. Selain itu, langkah ini bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak, terutama yang bersubsidi.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa industri otomotif nasional sudah siap bersaing dalam pengembangan kendaraan hemat energi. Ia mendorong produsen untuk lebih aktif mengembangkan dan memasarkan kendaraan hibrida, PHEV, dan REEV. Kendaraan tersebut memiliki potensi untuk menghemat BBM dan menurunkan emisi.

Sarmuji menambahkan, insentif dibutuhkan untuk mendorong penggunaan kendaraan ini. Ia mencatat bahwa kendaraan berbasis baterai sudah mendapatkan insentif yang memadai. Namun, insentif untuk plug-in hybrid dan REEV masih perlu dirumuskan.

Kendaraan hibrida, PHEV, dan REEV memanfaatkan mesin pembakaran internal dan tenaga listrik secara bersamaan. Hal ini membuat pengembangan kendaraan tersebut lebih mudah dibandingkan peralihan ke kendaraan listrik sepenuhnya. Sarmuji mencatat, insentif ini dapat membuat masyarakat tidak khawatir peralihan dari BBM berkualitas tinggi ke yang lebih rendah.

Kemenperin berencana untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Keuangan, terkait usulan insentif tersebut. Usulan ini mencakup keringanan pajak dan fasilitas nonfiskal. Fasilitas nonfiskal dapat mencakup pengecualian dari aturan ganjil-genap dan dukungan infrastruktur pengisian daya.

Sarmuji menjelaskan bahwa besaran insentif fiskal tidak harus setara dengan insentif untuk BEV. Ia menyebutkan bahwa REEV dapat menempuh sekitar 65 kilometer dengan satu liter BBM. Hal ini menunjukkan efisiensi kendaraan tersebut dalam penggunaan bahan bakar.[]

Sumber: Kompas.id

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.