probisnis.id – Meta Platforms, Inc. dikenakan denda sebesar 567 juta dolar AS, setara Rp 9,4 triliun, oleh Pengadilan Negara Bagian New Mexico. Denda ini dijatuhkan karena dianggap gagal melindungi anak-anak dan remaja dari risiko penggunaan platformnya, Facebook dan Instagram. Pengadilan menilai bahwa platform Meta menciptakan ”gangguan publik” yang membahayakan anak.
Dari total denda, sekitar 420 juta dolar AS akan digunakan untuk layanan pengobatan bagi anak muda. Sisa dana akan dialokasikan untuk program kesadaran, pencegahan, layanan skrining, dan kebutuhan lainnya selama lima tahun. Putusan pengadilan disampaikan oleh Hakim Bryan Biedscheid pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Meta diwajibkan untuk menerapkan berbagai langkah guna menjaga keselamatan pengguna muda. Langkah-langkah tersebut meliputi pembatasan penggunaan bulanan Facebook dan Instagram bagi remaja. Selain itu, terdapat juga pembatasan notifikasi serta pengawasan ketat terhadap komunikasi antara orang dewasa dan anak di bawah umur.
Peningkatan penanganan laporan pelecehan seksual terhadap anak juga menjadi bagian dari keputusan ini. Meta harus memperkuat perlindungan bagi pengguna muda yang berinteraksi dengan chatbot kecerdasan buatan (AI). Ini merupakan tahap kedua dari gugatan yang diajukan oleh Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez.
Selama persidangan yang berlangsung tiga pekan tanpa juri, Hakim Biedscheid menilai praktik Meta memenuhi unsur ”gangguan publik” berdasarkan hukum negara bagian. Torrez menuduh Meta mendesain produknya sedemikian rupa sehingga membuat pengguna muda kecanduan.
Meta juga dinilai gagal melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual di platformnya. Sebelumnya, pada Maret lalu, Meta telah menerima putusan yang menyatakan mereka melanggar undang-undang perlindungan konsumen New Mexico. Dalam putusan itu, Meta diperintahkan membayar denda sebesar 375 juta dolar AS.
Selain denda, Meta juga harus memperkuat sistem jaminan usia pengguna di New Mexico. Mereka diharuskan mengembangkan sistem berbasis AI untuk memperkirakan usia pengguna. Sistem ini akan menggunakan indikator seperti jaringan pertemanan serta jenis konten yang dibuat dan dikonsumsi oleh pengguna.[]
Sumber: Kompas.id






Komentar