probisnis.id – Pemerintah Australia meluncurkan program subsidi baterai rumah tangga untuk mempercepat transisi energi bersih. Kebijakan ini memicu lonjakan pemasangan sistem penyimpanan energi dan panel surya di atap rumah. Subsidi tersebut juga berhasil memangkas tagihan listrik warga.
Salah satu penerima manfaat, Paul Tyler, tinggal 160 kilometer dari Sydney. Ia mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan subsidi, biaya pemasangan panel surya sangat tinggi, sehingga ia tidak mampu melakukannya.
Setelah mendapat subsidi, biaya awal pemasangan panel surya dan baterai berkurang sekitar 30%. Ia berhasil memasang 18 panel surya dan baterai berkapasitas 28 kilowatt-jam dengan total biaya sekitar A$9.000.
Tyler melaporkan bahwa tagihan listrik bulanannya turun drastis, dari A$275 menjadi hanya A$50. Ia menyatakan bahwa tanpa subsidi pemerintah, investasi ini tidak mungkin dilakukan.
Fenomena serupa terjadi di seluruh Australia. Ratusan ribu rumah tangga memasang baterai penyimpanan energi dan meningkatkan kapasitas panel surya. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyimpan lebih banyak listrik untuk digunakan malam hari atau dijual kembali ke jaringan listrik.
Data konsultan SunWiz menunjukkan bahwa pemasangan baterai rumah tangga dari Januari hingga Mei 2026 mencapai 7,7 gigawatt-jam. Angka ini melampaui total pemasangan selama enam tahun sebelumnya.
Dalam lima bulan pertama tahun ini, masyarakat Australia mengeluarkan sekitar A$8,69 miliar untuk baterai rumah tangga. Lonjakan ini terjadi setelah pemerintah meningkatkan nilai program Cheaper Home Batteries Program menjadi A$7,2 miliar untuk empat tahun ke depan.
Program ini juga memberikan keuntungan bagi produsen baterai seperti Tesla, BYD, Sungrow, dan Fox ESS. Australia kini memiliki penetrasi panel surya atap tertinggi di dunia. Dengan regulasi yang relatif sederhana, sekitar satu dari tiga rumah di Australia telah memasang panel surya.[]
Sumber: IDNFinancials.com






Komentar