probisnis.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Mojtaba Khamenei sangat sulit saat ini. Pezeshkian menegaskan, meski sulit, pertemuannya dengan Khamenei dapat berlangsung produktif. Khamenei, yang menggantikan mendiang ayahnya, tidak muncul di publik setelah mengalami serangan gabungan dari AS dan Israel.
Kehadiran Khamenei dianggap sebagai sumber kekuatan bagi Iran. Pezeshkian menyatakan, “Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, namun keberadaannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk terus melangkah.” Sejak menjabat pada Maret lalu, Khamenei lebih banyak berkomunikasi melalui pernyataan tertulis.
Ketidakhadiran Khamenei di hadapan publik memicu spekulasi tentang hubungannya dengan pejabat tinggi Iran lainnya. Ia juga tidak hadir dalam prosesi pemakaman ayahnya yang berlangsung besar-besaran bulan lalu. Pezeshkian membela Khamenei, menyatakan bahwa mereka telah melakukan pertemuan yang disambut dengan kebaikan dan logika yang masuk akal.
Pezeshkian menambahkan, situasi saat ini memungkinkan pihak-pihak yang berniat buruk untuk menggambarkan sosok Khamenei secara keliru. Pernyataan ini disampaikan setelah laporan media yang menyebutkan Khamenei berada di dalam “bunker” rahasia dengan pengamanan ketat. CBS News melaporkan bahwa Khamenei “secara efektif bersembunyi” di lokasi yang dirahasiakan, dengan akses terbatas ke dunia luar.
Khamenei hanya dapat dihubungi melalui jaringan perantara atau kurir yang kompleks. Laporan tersebut menyoroti tantangan komunikasi yang dihadapi pemimpin Iran di tengah situasi yang semakin tegang dengan AS dan Israel.[]
Sumber: detikNews






Komentar