probisnis.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,76% pada sesi pertama perdagangan Selasa, 15 September 2026. Penurunan ini setara dengan 49,77 poin, membuat IHSG berada di level 6.484,92. Aksi jual yang dilakukan oleh investor asing menjadi faktor utama yang menekan indeks saham ini.
Total transaksi di pasar saham Indonesia untuk sesi pertama mencapai Rp7,16 triliun. Perdagangan melibatkan sekitar 16,75 miliar lembar saham, dengan rincian 324 saham menguat, 300 saham melemah, dan 164 lainnya stagnan.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan transaksi tertinggi senilai Rp455,75 miliar. Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan transaksi Rp333,95 miliar, dan diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp317,66 miliar. Meskipun demikian, harga saham BUMI stagnan di level Rp208 per lembar.
Harga saham BBRI dan BMRI turun masing-masing sebesar 2,06% dan 2,03%. Penurunan ini sejalan dengan kondisi yang dialami saham-saham dari sektor perbankan. Sebagian besar indeks sektoral menunjukkan pelemahan pada sesi pertama, dengan sektor keuangan mencatat penurunan terdalam hingga 1,19%.
Sementara itu, sektor konsumer cyclical dan infrastruktur terlihat lebih baik dengan kenaikan masing-masing 1% dan 0,03%. Dalam konteks ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp383,65 miliar. Dari segi volume, net sell investor asing mencapai 564,63 juta lembar saham.
Rincian Top 5 Net Foreign Buy pada sesi pertama menunjukkan bahwa PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan nilai pembelian bersih sebesar Rp76,12 miliar. Disusul oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan Rp75,72 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp71,42 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp49,15 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp43,19 miliar.
Di sisi lain, Top 5 Net Foreign Sell dipimpin oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai Rp176,97 miliar. Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami penjualan bersih sebesar Rp95,40 miliar, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp46,30 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp27,81 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan Rp22,21 miliar.[]
Sumber: IDNFinancials






Komentar