probisnis.id – Perum Bulog memperluas distribusi beras premium ke ritel modern di tengah maraknya beras fortifikasi. Pengusaha penggilingan dan beras diimbau untuk menjaga ketersediaan beras medium dan premium. Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga mendalami dugaan pelanggaran terkait harga beras fortifikasi.
Menurut Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, beras fortifikasi telah menggantikan beras premium di minimarket dan supermarket. Bulog memiliki stok beras 5,3 juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia. Stok tersebut akan bertambah seiring panen yang masih berlangsung di sentra produksi.
Rizal menambahkan, beras premium yang didistribusikan adalah produksi Bulog dengan merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos. Sebelumnya, kedua merek ini dipasarkan di pasar tradisional dan jaringan Rumah Pangan Kita.
Peluasan distribusi beras premium merupakan bagian dari strategi Bulog untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk pangan berkualitas. Dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan beras premium.
Bulog berkoordinasi dengan pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Data dari Kementerian Perdagangan mencatat harga rerata nasional beras premium per 5 Agustus 2026 adalah Rp 15.546 per kilogram. Harga tersebut menunjukkan kenaikan 1,6 persen sejak sebelumnya.[]
Sumber: Kompas.id






Komentar