probisnis.id – Pasar keuangan Indonesia menunjukkan penguatan pada pekan lalu, terutama pada Jumat (17/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan, dan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat.
IHSG ditutup naik 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53. Penguatan ini didorong oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Tercatat sebanyak 363 saham menguat, 274 saham melemah, dan 328 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp16,32 triliun dengan 24,04 miliar saham yang diperdagangkan.
Kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp10.749 triliun. Sebelumnya, nilai transaksi sulit melampaui Rp15 triliun dan rata-rata hanya sekitar Rp10 triliun.
Sektor finansial menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 3,2%. Saham-saham bank seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menyumbang 54,7 poin terhadap penguatan IHSG.
Analis Panin Sekuritas, Elandry Pratama, menyatakan bahwa penguatan saham-saham perbankan didorong oleh kinerja yang positif. Meskipun ada tekanan dari imbal hasil SBN tenor 10 tahun yang kembali naik, sentimen pasar tetap optimis.
Pada hari ini, Senin (20/7/2026), pasar keuangan diperkirakan masih bergerak volatil. Pelaku pasar memperhatikan arah dolar AS dan perkembangan sentimen global serta domestik.
Dengan kondisi pasar yang berfluktuasi, fokus pelaku pasar tertuju pada keberlanjutan penguatan IHSG dan rupiah. Perkembangan ini akan menjadi sorotan utama dalam perdagangan pekan ini.[]
Sumber: CNBC Indonesia






Komentar