Headline

Bank Aceh dan BI Luncurkan QRIS Dinamis Soundbox, 400 Perangkat Disiapkan untuk Merchant

Bank Aceh dan BI Luncurkan QRIS Dinamis Soundbox, 400 Perangkat Disiapkan untuk Merchant
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id — Bank Aceh Syariah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperluas digitalisasi sistem pembayaran melalui implementasi QRIS Dinamis Soundbox. Sebanyak 154 perangkat telah disalurkan kepada pedagang pengguna QRIS Bank Aceh, sedangkan 246 perangkat tambahan direncanakan untuk memperluas penggunaannya di berbagai sektor usaha.

Peluncuran dan penyerahan perangkat tersebut berlangsung dalam rangkaian pembukaan Meuseuraya Festival 2026 di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat, 23 Oktober 2026. Kolaborasi ini disebut sebagai model kerja sama pertama antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Indonesia di Indonesia dalam implementasi layanan tersebut.

Inisiatif ini diarahkan untuk mempermudah transaksi nontunai, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran digital di Aceh.

Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal, mengatakan penggunaan QRIS Dinamis Soundbox diharapkan membantu pedagang memantau pembayaran secara lebih praktis.

“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di Aceh. Melalui QRIS Dinamis Soundbox, kami ingin menghadirkan kemudahan bagi merchant dalam memantau transaksi sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan kepada pelanggan,” ujar Ilham.

QRIS Dinamis Soundbox merupakan perangkat yang memberikan notifikasi suara ketika pembayaran berhasil diterima. Dengan fitur tersebut, pedagang dapat mengetahui status transaksi tanpa harus terus-menerus memeriksa aplikasi pembayaran di telepon seluler atau meminta konsumen menunjukkan bukti transfer.

Fitur ini berpotensi membantu mempercepat pelayanan, terutama pada usaha dengan frekuensi transaksi tinggi, seperti warung, kedai kopi, toko kelontong, dan gerai makanan. Pedagang juga dapat lebih mudah memastikan pembayaran telah diterima sebelum menyerahkan barang atau menyelesaikan pelayanan.

Selain notifikasi suara, QRIS Dinamis menggunakan kode QR yang menyesuaikan nominal transaksi yang dimasukkan pedagang. Konsumen cukup memindai kode tersebut dengan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, lalu mengikuti petunjuk pembayaran yang tersedia.

Mekanisme tersebut dapat mengurangi kebutuhan konsumen untuk memasukkan nominal secara manual sehingga risiko kesalahan pembayaran dapat ditekan. Meski demikian, keberhasilan transaksi tetap perlu dipastikan melalui notifikasi perangkat atau status pembayaran yang valid.

Bank Aceh merencanakan penyaluran 246 perangkat tambahan setelah 154 perangkat didistribusikan pada tahap awal. Dengan demikian, jumlah perangkat yang telah disalurkan dan direncanakan mencapai 400 unit. Perluasan ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi pedagang untuk menggunakan fasilitas pembayaran digital dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Kerja sama Bank Aceh dan BI Aceh juga menjadi bagian dari upaya memperluas penerimaan pembayaran nontunai di kalangan UMKM. Digitalisasi transaksi tidak hanya berkaitan dengan kemudahan pembayaran, tetapi juga dapat membantu pelaku usaha mencatat penerimaan secara lebih tertib dan meningkatkan efisiensi operasional.

Bagi masyarakat, penggunaan QRIS menawarkan pilihan pembayaran tanpa uang tunai yang dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung standar tersebut. Sementara bagi pedagang, sistem pembayaran digital berpotensi mengurangi ketergantungan pada uang tunai dan mempermudah pemantauan transaksi.

Namun, perluasan penggunaan teknologi ini tetap membutuhkan dukungan edukasi kepada pedagang dan konsumen. Pelaku usaha perlu memahami cara mengoperasikan perangkat, memeriksa status transaksi, serta mengantisipasi kendala teknis atau gangguan jaringan agar proses pembayaran berjalan lancar.

Bank Aceh menyatakan akan terus mengembangkan layanan pembayaran digital dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui pengembangan tersebut, bank daerah ini berharap semakin banyak pelaku usaha di Aceh memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mendukung kegiatan ekonomi.

Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh jumlah perangkat yang disalurkan, tetapi juga oleh tingkat penggunaan aktif, kemudahan layanan bagi pedagang, serta manfaat yang dirasakan konsumen. Perluasan adopsi QRIS diharapkan dapat menjadi salah satu penopang transformasi ekonomi digital Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.