probisnis.id — Sebanyak 680 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam Aksi Kemanusiaan Mahasiswa Kedokteran Gigi atau AKSI KANINUS ke-16 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK). Selama beberapa hari, mahasiswa tidak hanya mengobati gigi warga, tetapi juga masuk ke sekolah, mendatangi rumah penduduk, hingga memberikan edukasi kesehatan.
Rangkaian pengabdian itu berakhir di Aula Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 19 September 2026. Penutupan AKSI KANINUS ke-16 menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-65 USK dengan tema “Bakti Geutanyoe, Seunyum keu Nanggroe.”
Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana pendidikan kedokteran gigi diterapkan langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa berhadapan dengan kondisi kesehatan warga, memberikan pelayanan, sekaligus belajar membangun komunikasi dengan pasien dan lingkungan tempat mereka bertugas.
Salah satu pelayanan utama adalah pengobatan gigi gratis. Warga mendapat pemeriksaan, penambalan, dan pencabutan gigi sesuai indikasi. Layanan diberikan kepada pasien anak maupun dewasa dan selama kegiatan tercatat sekitar 680 pasien memperoleh pelayanan pengobatan gigi.
Namun pelayanan tidak hanya berlangsung di tempat pengobatan.
Mahasiswa FKG USK mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan Dental Health Education kepada siswa sekolah dasar. Edukasi kesehatan gigi disertai sikat gigi massal, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemberian makanan tambahan.
Sejumlah perlombaan edukatif juga digelar. Pesan tentang kesehatan disampaikan melalui kegiatan yang disesuaikan dengan usia anak sehingga edukasi tidak berhenti sebagai penyampaian materi, tetapi menjadi pengalaman yang lebih mudah dipahami peserta didik.
Di tengah masyarakat, mahasiswa menggelar medical check-up dengan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Donor darah juga menjadi bagian dari agenda sosial.
Pendekatan lain dilakukan melalui home visit. Mahasiswa mendatangi rumah warga untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan gigi dan mulut, memberikan pemeriksaan, serta menjelaskan cara menjaga kesehatan gigi.
Rangkaian kegiatan itu dilengkapi bazar murah dan food corner. Kehadiran mahasiswa di Montasik akhirnya tidak hanya menjadi agenda pelayanan kesehatan, tetapi juga membuka ruang interaksi dengan warga.
Dekan FKG USK Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp.Perio, mengatakan pengalaman mahasiswa selama berada di tengah masyarakat merupakan bagian dari proses pendidikan.
“AKSI KANINUS bukan hanya menjadi kegiatan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar hadir di tengah masyarakat, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan,” kata Zulfan.
Menurut dia, pengabdian semacam ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa profesi dokter gigi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan klinis. Ada kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memahami kondisi masyarakat, dan membangun kepedulian sosial yang juga perlu dikembangkan.
Penutupan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh yang mewakili Gubernur Aceh, Dekan FKG USK dan jajaran wakil dekan, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Danramil, Kapolsek, serta perwakilan pemerintah dan instansi terkait.
Perwakilan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kepolisian, TNI, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, sekolah, pemerintah kecamatan dan gampong, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sebagai bentuk penghargaan, FKG USK menyerahkan plakat kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam pelaksanaan AKSI KANINUS ke-16.
Dekan FKG USK menyerahkan plakat kepada perwakilan Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kepolisian Resor Aceh Besar, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar.
Wakil Dekan I FKG USK Dr. drg. Dewi Saputri, Sp.Perio, menyerahkan plakat kepada UPTD Puskesmas Montasik, PMI Kota Banda Aceh, SMA Negeri 1 Montasik, dan MAN 2 Aceh Besar.
Sementara itu, drg. Vera Yulina, Sp.KGA, mewakili Direktur RSGM USK, menyerahkan penghargaan kepada Kecamatan Montasik, Gampong Lampaseh Lhok, Gampong Lampaseh Krueng, dan Gampong Baroh.
Bagi FKG USK, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pengabdian dapat menjangkau masyarakat. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi modal bagi pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan warga.
Setelah AKSI KANINUS ke-16 ditutup, pekerjaan mahasiswa memang berakhir di Montasik. Namun pengalaman yang mereka bawa pulang tidak berhenti pada catatan jumlah pasien yang dilayani.
Di tengah masyarakat, mahasiswa belajar melihat kesehatan gigi bukan sekadar persoalan gigi berlubang atau kebutuhan pengobatan. Ada edukasi, pencegahan, akses pelayanan, kebiasaan hidup sehat, serta hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat yang harus terus dibangun.
Melalui “Bakti Geutanyoe, Seunyum keu Nanggroe”, FKG USK menempatkan AKSI KANINUS sebagai ruang pertemuan antara ilmu yang dipelajari di kampus dan kebutuhan masyarakat. Dari Montasik, pengabdian itu diharapkan berlanjut melalui kerja sama dan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan warga.






Komentar