Nasional

Gubernur Aceh–UEA Sepakat Bentuk Tim Investasi, Fokus Energi hingga Penerbangan

Gubernur Aceh–UEA Sepakat Bentuk Tim Investasi, Fokus Energi hingga Penerbangan
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

JAKARTA – Pemerintah Aceh membuka babak baru kerja sama internasional. Gubernur Aceh (Mualem) bersama Duta Besar untuk Indonesia, , sepakat membentuk tim bersama guna mengakselerasi program investasi, perdagangan, dan konektivitas penerbangan. Tim ini dijadwalkan mulai bekerja pada Mei 2026.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan audiensi di kediaman Dubes UEA di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026). Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, menyebut pertemuan tersebut menjadi pintu masuk bagi perluasan peluang usaha di Aceh. “Ini bukan sekadar audiensi, tetapi langkah konkret membuka ruang investasi bagi mitra UEA di Aceh,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Mualem memaparkan sejumlah sektor unggulan yang ditawarkan kepada investor UEA, mulai dari minyak dan gas, pertambangan, hingga industri hilir kelapa sawit. Pemerintah Aceh juga mendorong pengembangan industri pengolahan agar produk bernilai tambah tinggi dapat menembus pasar ekspor.

Selain sektor energi dan industri, peluang perdagangan produk pertanian turut menjadi sorotan. Komoditas seperti minyak nilam dan kayu gaharu dinilai memiliki prospek cerah di pasar Timur Tengah, khususnya sebagai bahan baku parfum. Tak hanya itu, produk turunan kelapa—seperti minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang, hingga sabut kelapa—juga disebut memiliki permintaan tinggi.

“Termasuk energi terbarukan berbasis biomassa seperti wood pellet dan karbon aktif dari cangkang kelapa serta sawit, yang dibutuhkan untuk industri,” kata Nurlis.

Dari sisi konektivitas, maskapai dan disebut menyatakan minat membuka rute penerbangan langsung dari Aceh ke UEA. Rute ini diharapkan terhubung ke Arab Saudi untuk mendukung perjalanan umrah jamaah dari Aceh dan wilayah lain yang transit di provinsi tersebut.

Tak hanya investasi dan perdagangan, kerja sama juga mencakup dukungan pemulihan pascabencana di Aceh. Pemerintah UEA disebut siap membantu pembangunan hunian, lahan pertanian, hingga infrastruktur jalan.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes UEA menegaskan komitmen investasi yang berencana membangun fasilitas logistik shorebase untuk mendukung eksplorasi Blok Andaman di Aceh. Proyek ini dinilai strategis dalam memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat energi di kawasan barat Indonesia.

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.