probisnis.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan lebih dari 2% dalam dua hari terakhir dan berada di bawah level 6.000. Meskipun demikian, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Hal ini terlihat dari aksi beli saham yang meningkat oleh investor asing.
Pada sesi perdagangan Selasa, 13 Oktober, tekanan terhadap IHSG mulai mereda. Analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat adanya pembelian bersih oleh investor asing mencapai Rp5,8 miliar di pasar reguler dan Rp570,4 miliar di seluruh pasar. Namun, tetap ada kekhawatiran terkait MSCI, eskalasi geopolitik, dan proyeksi hawkish dari The Fed yang membatasi pemulihan IHSG.
Dari segi teknikal, IHSG telah membentuk candle hammer di area support 5.850-5.800. Ini membuka peluang untuk terjadinya technical rebound. Namun, indikator seperti MACD masih menunjukkan momentum bearish, sehingga diperlukan konfirmasi untuk penguatan berikutnya.
Jika support ini ditembus, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750. Resistance terdekat untuk IHSG berada di kisaran 6.000-6.020. Hal ini disampaikan oleh analis BRI Danareksa.
Analis Phintraco Sekuritas juga sependapat bahwa sentimen negatif masih dipengaruhi oleh ketegangan di Timur Tengah, yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Isu terkait MSCI dan dampaknya terhadap saham Indonesia menjadi perhatian pelaku pasar.
Secara teknikal, analis Phintraco mencatat bahwa histogram negatif MACD pada IHSG kembali melebar. Sementara itu, Stochastic RSI menunjukkan pergerakan melemah di area pivot. Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam kisaran 5.800-6.000 selama ditutup di bawah level 6.000.
Dari pasar global, investor menanti rilis data penting seperti inflasi CPI di Amerika Serikat. Data ini akan menjadi panduan bagi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga ke depan. Selain itu, inflasi dan neraca perdagangan China untuk periode September 2026 juga menjadi perhatian.
Berdasarkan data dari IDNFinancials.com, beberapa saham yang berkontribusi menahan penurunan IHSG pada perdagangan Selasa termasuk PT Merdeka G.[]
Sumber: IDNFinancials






Komentar