Berita

Konflik Pembakaran Sampah di Depok, Akses Zenitparc Terkunci

Konflik Pembakaran Sampah di Depok, Akses Zenitparc Terkunci
Situasi di lokasi konflik antara warga klaster dan RT di Depok [detikNews]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Warga di klaster dan RT Jatijajar, Tapos, Kota Depok terlibat perselisihan terkait pembakaran sampah. Konflik ini menyebabkan warga RT mendirikan tembok yang menutup akses jalan ke Perumahan Zenitparc Cimanggis. Masalah ini muncul setelah warga RT 7, berinisial S, membakar sampah di kebunnya pada Selasa (29/9/2026).

Asap dari pembakaran tersebut mengganggu penghuni Zenitparc Cimanggis yang diwakili oleh A. Menurut AKP Hendra Kurniawan, Kasi Humas Polres Metro Depok, penghuni merasa terganggu dengan asap yang menyebar. “Penghuni Perumahan Zenitparc Cimanggis atas nama Bapak A merasa terganggu dengan asap pembakaran sampah tersebut,” ucapnya.

Masalah ini semakin meluas ketika warga klaster mengunggah video tentang asap pembakaran ke media sosial. Warga RT 7 merasa unggahan tersebut menyudutkan mereka. Unggahan ini ditanggapi oleh Tim Maung Kota Depok, yang melakukan pengecekan dan tidak menemukan masalah lebih lanjut.

AKP Hendra menjelaskan bahwa pembakaran sampah hanya dilakukan pada saat itu. Namun, karena masalah ini viral, pihak keluarga S merasa tidak nyaman dan meminta A untuk menghapus video tersebut. Permintaan ini ditolak.

Penolakan tersebut memicu kekecewaan warga RT 7, yang akhirnya memagar akses menuju Perumahan Zenitparc Cimanggis. Perselisihan ini berkembang dari masalah personal menjadi konflik antara kelompok warga klaster dan warga luar klaster.

Video yang menunjukkan ketegangan antara warga klaster dan RT beredar di media sosial. Warga klaster merekam momen ketika mereka mengetahui akses jalan telah ditutup. Aksi perekaman itu ditanggapi oleh sejumlah warga RT yang merasa tidak senang.

Keributan yang terjadi dapat diredam dengan sikap tenang dari warga di lokasi. Polisi kemudian melakukan mediasi antara kedua pihak pada Minggu (11/10) untuk meredakan ketegangan.

Mediasi bertujuan untuk mencari solusi damai antara warga yang berselisih. Pihak kepolisian berharap dengan mediasi ini, hubungan antarwarga dapat kembali harmonis.[]

Sumber: detikNews

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.