probisnis.id – Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia, mengumumkan laba perusahaan mencapai Rp330 triliun. Laba ini melebihi laba Temasek Holdings, perusahaan investasi pemerintah Singapura. Dalam rencana, Danantara menargetkan laba Rp360 triliun pada tahun ini.
Dony membandingkan angka laba Danantara dengan Temasek. Menurutnya, laba bersih Temasek tercatat sekitar S$12 miliar atau setara Rp136 triliun. Dengan target Rp360 triliun, Danantara berharap dapat mencapai hampir dua kali lipat laba Temasek.
“Jadi kalau secara size daripada net income tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek. Tahun ini kami harapkan Rp360 triliun,” kata Dony dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia. Ia menekankan pentingnya pencapaian ini untuk menunjukkan kapasitas Indonesia dalam mengelola perusahaan-perusahaan yang andal.
Dony juga menyatakan bahwa banyak orang mungkin tidak mengetahui bahwa laba Danantara lebih besar daripada Temasek. Ia menegaskan bahwa informasi ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat.
Saat ini, laporan keuangan konsolidasi Danantara belum dipublikasikan secara resmi. Proses konsolidasi dan audit masih berlangsung untuk berbagai entitas BUMN di bawah ekosistem Danantara.
Di sisi lain, laporan resmi Temasek menunjukkan laba bersih mereka mencapai S$32,4 miliar untuk tahun buku yang berakhir 31 Maret 2026. Ini meningkat dari S$23,5 miliar tahun lalu. Dony mengingatkan bahwa angka yang disampaikan olehnya berbeda dengan laporan resmi Temasek.
Dengan perhitungan kurs Rp13.94, laba Temasek yang diumumkan menunjukkan angka yang signifikan. Namun, Dony tetap optimis dengan target Danantara untuk tahun ini.[]
Sumber: idnfinancials.com






Komentar