Bisnis

Kementan Dorong Gula Tumbu Sebagai Alternatif Hilirisasi Tebu

Kementan Dorong Gula Tumbu Sebagai Alternatif Hilirisasi Tebu
Direktur Kementan meninjau pengolahan gula tumbu di Rembang [ANTARA/Gunawan]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Kementerian Pertanian mendorong pengembangan gula tumbu sebagai alternatif hilirisasi tebu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani. Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyampaikan hal ini saat meninjau pengolahan gula tumbu di Rembang.

Kementan mendapat mandat untuk mewujudkan swasembada gula. Penanaman tebu dimulai sejak 2025 dan akan terus berlanjut. Abdul Roni menyebutkan bahwa selain gula kristal putih, gula merah tebu atau gula tumbu juga bisa diolah dari hasil tebu.

Di Rembang, Abdul Roni meninjau pengolahan gula tumbu milik Koperasi Perwira Cipta Mandiri. Menurutnya, pengembangan gula tumbu dapat mendukung swasembada gula. Industri gula tumbu juga menjadi solusi bagi daerah dengan kapasitas pabrik gula yang terbatas.

“Tidak semua hasil tebu dapat langsung diolah oleh pabrik gula karena kapasitasnya terbatas,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa gula merah tebu memiliki pasar, termasuk untuk produk kecap.

Abdul Roni mengapresiasi inovasi petani dalam mengembangkan gula tumbu. Namun, ia menegaskan pentingnya peningkatan standar higienitas dalam produksi gula tumbu. “Tugas pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk meningkatkan standar higienitas sesuai ketentuan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, berharap kunjungan Direktorat Jenderal Perkebunan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk mendukung petani tebu. Program ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka.[]

Sumber: ANTARA News Sulteng

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.