Bisnis

BMW Rencanakan Pemutusan Hubungan Kerja 8.000 Karyawan

BMW Rencanakan Pemutusan Hubungan Kerja 8.000 Karyawan
BMW merencanakan pemutusan hubungan kerja dalam upaya mengurangi biaya [The Guardian]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – BMW berencana memotong hingga 8.000 pekerjaan di Jerman. Ini sebagai respons terhadap tekanan dari pesaing asal Tiongkok. Rencana ini menjadi indikasi bahwa pabrikan mobil terbesar di Eropa sedang berupaya mengurangi biaya.

Pemutusan hubungan kerja akan berfokus pada divisi administrasi dan pengembangan. Namun, operasi produksi tidak akan terpengaruh. Program pengunduran diri sukarela telah dimulai, menurut juru bicara BMW.

Jumlah total tenaga kerja BMW sekitar 160.000 orang. Pabrikan mobil Jerman menghadapi tekanan intens dari pesaing Tiongkok yang telah mendominasi pasar kendaraan listrik.

Pabrikan Tiongkok juga memicu perang harga yang tajam di pasar domestiknya. Pasar sebelumnya menjadi sumber pendapatan ekspor yang menguntungkan bagi merek Eropa, termasuk BMW.

BMW harus mencari dana untuk transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik. Mereka juga harus menghadapi dampak tarif dari Amerika Serikat. Beberapa pabrikan, termasuk Volkswagen dan Ford, melakukan kemitraan dengan pesaing Tiongkok untuk membangun dan menjual di Eropa.

Rencana pemutusan hubungan kerja ini terjadi setelah Milan Nedeljković menjabat sebagai CEO pada bulan Mei. Juru bicara perusahaan menyatakan, ‘Grup BMW secara proaktif membentuk perubahan mendalam yang terjadi di lingkungan operasionalnya.’

Perubahan tersebut mencakup transformasi teknologi industri otomotif, ketidakpastian geopolitik, dan kondisi pasar yang berubah. Volkswagen, sebagai pabrikan mobil terbesar di Jerman, juga mengumumkan rencana pemotongan hingga 100.000 pekerjaan.

Rencana Volkswagen termasuk penutupan empat pabrik dan pengurangan jumlah model yang diproduksi. Porsche, yang merupakan merek mobil sport dan sebagian dimiliki oleh Volkswagen, juga mengalami restrukturisasi berat.

Porsche telah menyetujui pemutusan hubungan kerja 5.000 orang, menjadikan total pemotongan yang direncanakan menjadi 9.000, atau sepertiga dari tenaga kerjanya, hingga tahun 2035. Perusahaan melaporkan laba sebelum pajak sebesar €1,4 miliar pada hari Rabu.

Penjualan Porsche di Tiongkok turun 30% menjadi 14.500 unit pada paruh pertama tahun 2026. Penurunan ini lebih cepat dibandingkan dengan penurunan 17% di seluruh grup.[]

Sumber: The Guardian

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.