probisnis.id – Pep Guardiola, pelatih asal Catalonia, mengumumkan perubahan besar dalam hidupnya setelah lebih dari satu dekade bersama Manchester City. Ia telah mencapai semua gelar yang mungkin di level nasional dan internasional. Kini, Guardiola memutuskan untuk meninggalkan Etihad Stadium dan fokus pada keluarganya serta kegiatan di luar sepak bola.
Guardiola menjelaskan, “EmpecĂ© con 37 años en Barcelona y ahora tengo 56. Necesito hacer cosas nuevas. Ahora mismo me encuentro muy feliz.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia merasa perlu mencari tantangan baru. Manchester City harus menghadapi kenyataan sulit tanpa kehadiran Guardiola, sementara Enzo Maresca ditunjuk untuk membawa klub kembali ke jalur kemenangan.
Guardiola juga menyatakan, “Un dĂa, por supuesto, volverĂ© al Etihad Stadium. Pero ahora quiero estar detrás de la escena.” Ini menunjukkan komitmennya yang tetap terhadap klub meski ia tidak lagi menjadi pelatih. Ia mengakui bahwa pengalaman di City adalah proyek terpenting dalam karirnya, setara dengan masa-masa gemilang di Barcelona.
Selama karirnya, Guardiola terlibat dalam persaingan ketat dengan Jurgen Klopp, pelatih Liverpool. Ia mengakui bahwa Klopp adalah rival terbesarnya. Guardiola mengatakan, “Jurgen fue el mayor rival de mi carrera. Este tĂo era capaz de cambiar el sistema cada 20 minutos. Me volvĂa loco.” Ini menggambarkan betapa kompetitifnya hubungan antara kedua pelatih.
Ketika membahas Piala Dunia 2026, Guardiola menyatakan bahwa ia tidak mendukung tim tertentu. Ia lebih tertarik pada pemain yang ia suka, termasuk dari Portugal dan Argentina. Ini menunjukkan bahwa meskipun ia tidak terlibat langsung, ia tetap mengikuti perkembangan sepak bola internasional.[]
Sumber: Diario AS






Komentar