probisnis.id – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia mengalami penurunan per 1 Juli 2026. Badan usaha penyalur BBM seperti Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia melakukan penyesuaian harga secara kompak. Penurunan harga ini diumumkan untuk berlaku mulai 16 Juli 2026.
Di SPBU Pertamina, harga Pertamax Turbo turun Rp 1.450, dari Rp 20.750 menjadi Rp 19.300 per liter. Selain itu, Pertamax Dex juga mengalami penurunan harga sebesar Rp 3.650, dari Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter.
Harga Dexlite turun Rp 3.300 dari Rp 23.000 menjadi Rp 19.700 per liter. Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tetap di Rp 16.250 dan Rp 17.000 per liter masing-masing. Untuk BBM bersubsidi, Pertalite (RON 90) masih dijual Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter.
BP-AKR juga menyesuaikan harga BBM-nya. Harga BP Ultimate Diesel kini menjadi Rp 21.340 per liter, turun dari Rp 25.060 per liter. Jenis bensin RON 92 tetap dijual Rp 16.670 per liter, dan BP Ultimate seharga Rp 17.240 per liter.
SPBU Shell juga menerapkan penurunan harga, terutama untuk BBM diesel. Shell V-Power Diesel kini dibanderol Rp 21.340 per liter, yang sebelumnya seharga Rp 24.490 per liter. Vivo juga mengikuti penurunan harga, dengan Vivo Revvo 92 dan Revvo 95 masing-masing dijual di Rp 16.670 dan Rp 17.240 per liter.
Berikut adalah daftar harga BBM terbaru di SPBU yang mulai berlaku 16 Juli 2026. Di SPBU Pertamina (DKI Jakarta): Pertamax Rp 16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp 19.300 per liter, Dexlite Rp 19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp 21.150 per liter.
Di SPBU BP-AKR: BP 92 seharga Rp 16.670 per liter, BP Ultimate Rp 17.240 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp 21.340 per liter. Di SPBU Shell, Shell V-Power Diesel dijual Rp 21.340 per liter. Di SPBU Vivo, Vivo Revvo 92 dan 95 masing-masing Rp 16.670 dan Rp 17.240 per liter, dan Vivo Diesel Primus Rp 21.340 per liter.
Mobil Indostation menjual Gasoline 92 seharga Rp 16.670 per liter. Penyesuaian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat pengguna BBM.[]
Sumber: CNBC Indonesia






Komentar