probisnis.id – Pemadaman listrik bergilir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah berlangsung selama dua pekan. Kebijakan ini mulai dikeluhkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Mereka yang bergantung pada pasokan listrik kini berupaya agar bisnis tetap bertahan meski omzet menurun.
Lilis, pedagang minuman dingin, mengungkapkan bahwa usahanya sering terdampak oleh pemadaman listrik. Ia mengandalkan listrik untuk menjalankan mesin pengemas gelas plastik. “Hampir tiap hari di sini padam, 4 jam perhari,” ujar Lilis pada Selasa (7/7/2026).
Menurut Lilis, pemadaman yang tidak teratur ini sudah dirasakannya selama hampir dua minggu. Ia terpaksa menutup gerai dagangannya saat listrik padam. “Kalau padam ya kita tutup dulu, nanti dibuka lagi kalau listrik sudah nyala. Kalau sering-sering tutup, omzetnya pasti turun,” keluhnya.
Keluhan juga datang dari Pasha, pelaku UMKM di sektor kuliner. Ia sangat khawatir dengan bisnis makanan beku yang dimilikinya. Kualitas produk terancam menurun karena lemari pendingin tidak beroperasi. Ia mengatakan, “Efek dampaknya kalau mati-mati listrik ini bisa merusak barang elektronik sama untuk bahan makanannya juga. Contoh es krim bisa saja meleleh.”
Pasha mencemaskan kerusakan pada mesin kompresor lemari pendingin akibat tegangan listrik yang tidak stabil. Meskipun demikian, ia tetap membuka tokonya untuk menjaga omzet harian. Situasi ini menggambarkan betapa sulitnya kondisi yang dihadapi pelaku UMKM di Banjarbaru akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.[]
Sumber: Kompas.com






Komentar