probisnis.id — Di balik hamparan hutan hijau dan tenangnya suasana pedalaman Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, mengalir sebuah sungai jernih yang kini menjadi magnet baru wisata alam di Aceh.
Tempat itu dikenal dengan nama Pante Biram, destinasi wisata sungai yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat dan viral di media sosial karena keindahan alamnya yang masih alami.
Terletak di Gampong Blang Pante, wisata ini menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Bukan deretan bangunan modern atau wahana mewah yang menjadi daya tarik utama, melainkan kesejukan alam, gemericik air sungai yang bening, dan suasana pedesaan yang masih asri.
Perjalanan menuju Pante Biram sejauh kurang lebih delapan kilometer dari pusat Kecamatan Paya Bakong justru menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Jalan yang membelah kawasan pedalaman menyuguhkan panorama alam hijau dengan pepohonan rindang di sepanjang perjalanan. Udara segar dan suasana tenang perlahan menyambut setiap pengunjung yang datang.
Sesampainya di lokasi, hamparan sungai dengan air yang jernih langsung memikat perhatian. Dasar sungai yang masih terlihat jelas menjadi pertanda bahwa kawasan ini masih terjaga dari pencemaran. Aliran airnya relatif tenang dengan kedalaman yang dangkal di sejumlah titik, sehingga aman digunakan sebagai tempat bermain air bagi anak-anak maupun wisata keluarga.
Tak heran jika setiap akhir pekan kawasan ini dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah di Aceh Utara hingga luar kabupaten. Banyak keluarga datang membawa anak-anak untuk mandi di sungai, sementara kalangan muda memanfaatkan keindahan alam Pante Biram sebagai lokasi bersantai dan berburu konten media sosial.
Popularitas Pante Biram terus meningkat setelah banyak foto dan video wisatawan beredar di platform digital. Kejernihan air sungai yang berpadu dengan panorama hijau pedalaman Aceh membuat tempat ini cepat menarik perhatian publik. Banyak warganet menyebut Pante Biram sebagai “surga tersembunyi” di pedalaman Aceh Utara.
Selain menikmati suasana sungai, pengunjung juga dapat mencoba berbagai wahana yang disediakan pengelola. Salah satu yang paling diminati adalah arung jeram ringan yang dirancang aman untuk wisata keluarga dan pemula. Dengan memanfaatkan arus sungai yang tidak terlalu deras, aktivitas ini memberikan sensasi petualangan sederhana di tengah alam terbuka.
Untuk menjaga keselamatan pengunjung, pengelola menyediakan perlengkapan seperti rompi pelampung dan ban pelampung yang dapat disewa dengan harga terjangkau. Hanya dengan biaya sekitar Rp10 ribu, wisatawan sudah dapat menikmati permainan air dan bersantai di sungai sepuasnya.
Di sepanjang bantaran sungai, suasana semakin hidup dengan hadirnya ratusan pedagang lokal yang menjajakan aneka kuliner khas. Mulai dari minuman segar, mi Aceh, jagung bakar, hingga jajanan tradisional tersedia di pondok-pondok sederhana yang dibangun di tepi sungai. Pengunjung biasanya menikmati makanan sambil duduk santai ditemani suara gemericik air dan hembusan angin pedalaman yang sejuk.
Namun, Pante Biram bukan sekadar destinasi wisata alam biasa. Di balik ramainya pengunjung, tempat ini juga menjadi simbol tumbuhnya ekonomi masyarakat desa.
Kehadiran wisata sungai tersebut membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar. Ratusan masyarakat kini menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata, mulai dari petugas kebersihan, penjaga keamanan, pengelola parkir, penyedia pondok, pedagang makanan dan minuman, hingga pemandu wisata arung jeram.
Konsep wisata berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi kekuatan utama Pante Biram. Pengelolaan kawasan dilakukan dengan melibatkan warga desa sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Selain itu, pengelola juga terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan agar keindahan alam Pante Biram tetap terjaga. Kebersihan sungai menjadi perhatian utama karena menjadi aset paling berharga bagi destinasi wisata tersebut.

Kini, di tengah berkembangnya berbagai destinasi modern, Pante Biram hadir dengan pesona kesederhanaannya sendiri. Sungai yang jernih, alam yang masih alami, serta keramahan masyarakat desa menjadikan tempat ini lebih dari sekadar lokasi rekreasi.
Pante Biram perlahan tumbuh menjadi wajah baru wisata alam Aceh Utara, sebuah ruang di mana masyarakat dapat menikmati ketenangan alam sekaligus menyaksikan bagaimana sebuah desa di pedalaman mampu bangkit melalui sektor pariwisata berbasis kearifan lokal dan kebersamaan warga.
‎Ketua Ikatan Agam Inong Aceh, Teuku Muhammad Aidil, mengatakan hingga saat ini kawasan wisata Pante Bahagia masih didominasi oleh kunjungan wisatawan lokal, khususnya masyarakat dari Kecamatan Paya Bakong dan wilayah sekitarnya.
‎“Setiap akhir pekan, Pante Bahagia selalu ramai dikunjungi warga yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana alam, mandi di sungai, dan bersantai di tengah kesejukan pedalaman,” ujar Aidil, Kamis (21/5/2026).
‎Menurut Aidil, Pante Bahagia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Aceh Utara. Keindahan aliran sungai yang jernih, hamparan bebatuan alami, serta panorama hijau di kawasan tersebut dinilai mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
‎Ia menjelaskan, selain menjadi tempat rekreasi favorit masyarakat, kawasan sungai di Pante Bahagia juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga setempat. Banyak masyarakat menggantungkan ekonomi keluarga dengan mencari batu karang dan material sungai yang kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
‎“Potensi wisata di kawasan ini sangat menjanjikan. Jika mendapat dukungan dan penataan yang baik, Pante Bahagia bukan hanya menjadi tempat wisata alam, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari kuliner, penyewaan pondok, hingga usaha kreatif lainnya,” ungkapnya.
‎Aidil menambahkan, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut. Dukungan yang diharapkan meliputi pembangunan akses jalan, fasilitas umum yang memadai, hingga promosi wisata yang lebih luas agar Pante Bahagia semakin dikenal masyarakat luar daerah.
‎Menurutnya, pengembangan sektor wisata menjadi harapan baru bagi masyarakat pedalaman Paya Bakong yang sebagian besar masih berada pada kondisi ekonomi menengah ke bawah. Kehadiran destinasi wisata diyakini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
‎“Dengan keindahan sungai alami, udara yang sejuk, serta suasana pedalaman yang masih asri dan terjaga, Pante Bahagia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan di Aceh Utara pada masa mendatang,” tutupnya. [adv]






Komentar