Lifestyle

Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026: Pemerintah Tegaskan Komitmen Layanan Setara dan Berkualitas

Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026: Pemerintah Tegaskan Komitmen Layanan Setara dan Berkualitas
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

PROBISNIS | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh perempuan.

Hal ini disampaikan dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan bertema “No Woman Left Behind Akses Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh” yang digelar di Auditorium dr. J. Leimena, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Kamis (30/4/2026).

Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam memperoleh akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai pilar utama dalam menjaga kesehatan keluarga dan mendorong pembangunan bangsa.

Menteri Kesehatan RI, menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini, yakni tidak hanya meningkatkan angka harapan hidup, tetapi juga memastikan masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut.

“Rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia sudah mencapai 74 tahun. Namun, banyak yang mulai mengalami penyakit di usia 60-an. Fokus kita ke depan adalah memperpanjang masa hidup sehat, bukan sekadar umur panjang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin terhadap tiga indikator utama, yakni tekanan darah, gula darah, dan lemak darah. Menurutnya, pengendalian sejak dini terhadap ketiga indikator tersebut dapat menekan risiko penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal.

Lebih jauh, Menkes menegaskan peran strategis perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga. “Ibu-ibu adalah tenaga kesehatan alami di rumah. Dengan pengetahuan yang tepat, dampaknya sangat besar bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, , menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi sebagai bagian dari pembangunan nasional.

“Perempuan bukan hanya kelompok rentan, tetapi juga aktor utama pembangunan. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, , menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan reproduksi dalam meningkatkan kualitas keluarga.

Menurutnya, akses terhadap layanan keluarga berencana, termasuk kontrasepsi pasca persalinan, menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Di sisi kebijakan, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, , menyebut forum ini sebagai bagian dari proses partisipatif dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

“Forum ini memastikan suara perempuan benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan ke depan,” katanya.

Melalui semangat No Woman Left Behind, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memastikan setiap perempuan Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal, termasuk melalui pemanfaatan program cek kesehatan gratis sebagai langkah preventif.

 

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.