PROBISNIS | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago meninjau dimulainya pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (7/1/2026).
Pembangunan Huntap ini berlokasi di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Sebanyak 104 unit rumah akan dibangun di atas lahan seluas lebih dari 2,2 hektare.
Selain rumah tinggal, kawasan tersebut juga akan dilengkapi musala, balai pertemuan, serta area parkir atau pasar kampung.
Dalam paparannya, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan data dampak banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025. Tercatat 230 orang meninggal dunia dan enam orang masih dinyatakan hilang.
Korban luka-luka mencapai 2.127 orang, ibu hamil terdampak sebanyak 1.433 orang, balita 9.525 orang, lansia 6.895 orang, serta penyandang disabilitas 513 orang.
Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 124.549 keluarga atau 433.064 jiwa. Siswa terdampak sebanyak 74.383 orang dan guru 9.071 orang.
Sementara itu, rumah terendam banjir mencapai 72.364 unit, rumah hilang 3.506 unit, rusak berat 6.236 unit, rusak sedang 16.325 unit, dan rusak ringan 20.280 unit.
Dampak banjir juga meluas ke sektor pertanian dan perikanan. Sawah yang terdampak mencapai 14.506 hektare, sedangkan tambak mencapai 10.674 hektare. Hingga kini masih terdapat 210 titik pengungsian.
Di Kecamatan Lapang, terdapat tiga gampong yang mengalami kerusakan parah, yakni Gampong Kuala Cangkoy, Kuala Keureutoe Timu, dan Matang Baroh.
Banjir membentuk sekitar 20 muara baru yang memutus areal permukiman, menyebabkan banyak rumah roboh dan hanyut terbawa arus.
“Kami mohon percepatan pembangunan rumah, Pak Menko. Apalagi sudah mendekati bulan suci Ramadhan,” ujar
Bupati yang akrab disapa Ayahwa. Ia juga menyampaikan kebutuhan mendesak warga berupa perlengkapan ibadah, logistik, serta bantuan ekonomi karena banyak warga kehilangan mata pencaharian.
Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Utara melalui Menko Polkam juga menyampaikan harapan agar Presiden RI Prabowo Subianto dapat berkunjung langsung ke Aceh Utara untuk menjenguk korban banjir.
Menanggapi hal tersebut, Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan akan melaporkan permohonan tersebut kepada Presiden.
“Akan saya sampaikan kepada Bapak Presiden. Kita akan memulai pembangunan Huntara dan Huntap, mudah-mudahan Bapak Presiden berkenan datang ke Aceh Utara,” ujarnya.
Menurut Djamari, pembangunan 104 unit Huntap di Gampong Kuala Cangkoy merupakan hunian tetap pertama yang dibangun pemerintah bagi korban banjir Aceh Utara.
Rumah-rumah tersebut ditargetkan dapat ditempati menjelang bulan Ramadhan dan akan dilengkapi perabot dasar seperti tempat tidur, kursi tamu, dan meja makan.
“Awalnya direncanakan 100 unit, namun setelah pendataan diperbarui menjadi 104 unit. Saya berharap masyarakat dapat menempati dan bersama-sama menjaga serta mendukung pembangunan kawasan ini,” kata Djamari.
Menko Polkam juga menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada anak-anak korban banjir. Sementara paket bantuan rumah diserahkan secara simbolis kepada warga melalui Panglima Laot setempat, Tgk Muhammad Hasan.
Rumah Huntap dikenal dibangun di atas tanah bersertifikat milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Setiap rumah berdiri di atas lahan seluas 8 x 15 meter dengan ukuran bangunan 6 x 6 meter.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengapresiasi kunjungan Menko Polkam yang untuk kedua kalinya ke Aceh pascabencana. Ia menyebutkan, kerusakan infrastruktur akibat banjir terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Aceh, termasuk rumah warga, jalan utama, dan jembatan.
“Jumlah rumah rusak di Aceh mencapai lebih dari 144 ribu unit,” ujar Wagub yang akrab disapa Dek Fadh.
Ia juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk renovasi masjid-masjid yang terdampak banjir, khususnya di Aceh Utara, agar dapat digunakan dengan nyaman menjelang Ramadhan.
Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Alibasyah, MM, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Yudha Fitri, jajaran BNPB, serta unsur Forkopimda Aceh. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, bersama Forkopimda Aceh Utara, termasuk Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dan tokoh ulama setempat Tgk H Muzakir Abdullah (Waled Lapang).
