Nasional

Mendagri Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pemulihan Rumah Warga

Mendagri Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pemulihan Rumah Warga
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

TAKENGON — Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), , mendampingi Ketua Satgas PRR Pasca-Bencana Sumatra, , dalam kunjungan kerja ke Kabupaten dan Kabupaten , Senin, 20 April 2026.

Rombongan tiba di Tanoh Gayo pada siang hari melalui yang berada di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten .

Setelah tiba, rombongan bergerak menuju jembatan bailey di dekat . Jembatan darurat itu dibangun di atas lokasi longsor yang terbentuk akibat hujan deras berkepanjangan selama sepekan pada November 2025.

Sebelum bencana banjir dan tanah longsor terjadi, di lokasi tersebut tidak terdapat aliran sungai. Namun, derasnya aliran air hujan membentuk jalur sungai baru sehingga pemerintah harus membangun jembatan untuk menghubungkan akses warga.

Dari lokasi itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Huntara Tunyang di Kecamatan Timang Gajah, tempat penampungan sementara bagi penyintas banjir dan longsor. Huntara yang dibangun oleh tersebut saat ini menampung sebanyak 222 kepala keluarga.

Di hadapan ratusan warga, menegaskan pemerintah terus bekerja keras mempercepat pemulihan pasca-bencana, khususnya bagi warga yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan tiga skema pembangunan rumah bagi korban bencana. Skema pertama, warga diberi kesempatan membangun rumah secara mandiri dengan bantuan dana sebesar Rp60 juta.

Skema kedua, pembangunan rumah dilakukan langsung oleh pemerintah melalui dengan nilai bantuan yang sama, yakni Rp60 juta per unit.

Sementara skema ketiga diperuntukkan bagi warga yang tidak lagi memiliki lahan atau tanahnya tidak layak huni akibat dampak bencana. Pemerintah akan menyiapkan relokasi terpusat dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah desa, kabupaten, provinsi, pusat, maupun lahan hak guna usaha.

Momen haru terjadi saat Bupati , , berdiri dari tempat duduknya dan menyampaikan niat pribadinya untuk menghibahkan tanah miliknya di Mesidah bagi warga yang kehilangan kebun akibat bencana pada akhir 2025.

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan warga yang memenuhi aula huntara. dan turut memberikan apresiasi atas kepedulian tersebut.

Usai menyampaikan sambutan, Mendagri menyerahkan bantuan alat dapur secara simbolis kepada warga. Penyerahan bantuan juga dilakukan oleh Wakil Gubernur Aceh serta .

Rombongan kemudian bergerak menuju lokasi erosi bawah permukaan di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten .

Dari hasil paparan petugas di lapangan, erosi bawah tanah di kawasan tersebut masih terus terjadi. Namun sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari pemindahan jalur irigasi hingga penanganan teknis lainnya untuk memperlambat laju longsoran.

Secara terpisah, mengatakan pemerintah pusat terus bekerja keras memulihkan daerah-daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra.

Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi telah dituangkan dalam rencana induk yang disusun bersama seluruh unsur terkait.

“Mohon doa dari seluruh rakyat agar pemerintah dapat segera melaksanakan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Dibutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk menuntaskan seluruh proses ini. Mari kita bergandengan tangan, saling membantu, dan berkolaborasi,” ujar .

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.