Pendidikan

Abi Nas: Peringkat Keempat MTQ Nasional Harus Jadi Momentum Pembinaan Al-Qur’an di Aceh

Abi Nas: Peringkat Keempat MTQ Nasional Harus Jadi Momentum Pembinaan Al-Qur’an di Aceh
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id — Capaian kafilah Aceh yang menempati peringkat keempat pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani. Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Nurdin M. Judon atau Abi Nas, mengatakan prestasi tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan capaian Aceh pada MTQ Nasional 2028.

Abi Nas menilai keberhasilan di ajang nasional tidak semestinya hanya diukur dari peringkat dan jumlah penghargaan yang diperoleh. Lebih dari itu, prestasi tersebut perlu diikuti penguatan pembinaan yang berkelanjutan agar kecintaan terhadap Al-Qur’an tumbuh di tengah masyarakat.

Menurut dia, Aceh memiliki potensi untuk melahirkan lebih banyak qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Potensi itu perlu dikembangkan melalui pembinaan yang konsisten, bukan hanya ketika kompetisi mendekat.

“Ukuran akhirnya bukan hanya piala yang dibawa pulang, tapi lahirnya generasi Aceh yang membaca Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an dan menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Aceh yang Qur’ani,” ujarnya.

Abi Nas mengatakan capaian pada MTQ Nasional 2026 juga perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola pembinaan. Upaya tersebut, menurut dia, harus berlangsung secara berkesinambungan sehingga kemampuan peserta dapat berkembang dan tidak bergantung pada persiapan menjelang perlombaan.

Ia berharap peringkat keempat yang diraih kafilah Aceh menjadi dorongan untuk meningkatkan prestasi pada MTQ Nasional 2028. Namun, peningkatan prestasi kompetitif perlu berjalan seiring dengan upaya membangun kehidupan masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an.

Menurut Abi Nas, semangat MTQ seharusnya tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Nilai-nilai Al-Qur’an perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui tumbuhnya kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya.

Dengan demikian, keberhasilan pembinaan Al-Qur’an di Aceh tidak hanya tercermin dari posisi kafilah dalam kompetisi nasional, tetapi juga dari tumbuhnya generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Prestasi pada 2026 menjadi capaian yang patut diapresiasi, sekaligus tantangan untuk menjaga kesinambungan pembinaan menuju MTQ Nasional 2028. [parlementaria]

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.