Politik

Survei: 55% Warga AS Dukung Pemakzulan Trump

Survei: 55% Warga AS Dukung Pemakzulan Trump
Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato di Gedung Putih. [G. Elliott Morris/Strength In Numbers]
💬
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp
probisnis.id
+ Gabung
Ukuran Font
Advertisement
728 × 90

probisnis.id – Sebuah jajak pendapat baru dari Strength In Numbers/Verasight yang dilakukan pada 10-14 April 2026 menemukan bahwa 55% warga Amerika Serikat mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat harus memberikan suara untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Sebanyak 37% menentang, dan 8% tidak yakin.

Angka dukungan pemakzulan ini menyaingi level saat masa kepresidenan pertama Trump, ketika ia dimakzulkan dua kali, dan saat pemakzulan Richard Nixon setelah skandal Watergate. Hasil jajak pendapat ini dilaporkan oleh G. Elliott Morris dalam artikelnya pada 22 April 2026.

Pada 7 April, Presiden Trump memposting di Truth Social bahwa ‘seluruh peradaban Iran akan mati malam ini,’ yang merupakan puncak dari serangkaian unggahan tentang perang di Iran. Dalam unggahan lain, presiden mengatakan kepada para pemimpin Iran untuk ‘Buka Selat itu, para bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka.’

Unggahan tersebut menuai kritik tajam dari tokoh politik dan media di berbagai spektrum politik, termasuk tokoh sayap kanan terkemuka yang mendukung Trump pada 2024. Tucker Carlson menyebut ancaman terhadap infrastruktur sipil Iran sebagai kejahatan perang dan kini menyesali telah membantu Trump terpilih.

Alex Jones, Megyn Kelly, Marjorie Taylor Greene, Theo Von, dan Tim Dillon juga angkat bicara menentang unggahan Trump. Di Kongres, anggota DPR John Larson telah memperkenalkan 13 pasal pemakzulan terhadap Trump, dengan lebih dari 85 anggota DPR secara terbuka mendukung pemakzulan atau penerapan Amandemen ke-25.

Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa 55% warga AS dewasa mendukung Dewan Perwakilan Rakyat untuk memilih memakzulkan Trump. Persentase yang mengejutkan dari Partai Republik dan pemilih Trump sendiri pada 2024 mengatakan mereka akan mendukung pemakzulan jika pemungutan suara diadakan hari ini.

Vonis bersih +18 poin ini menempatkan Trump di sekitar angka yang dilihat Richard Nixon pada puncak skandal Watergate pada Agustus 1974. Mengenai peringkat persetujuan presiden secara keseluruhan, terdapat kesenjangan intensitas yang kuat dalam tanggapan terhadap jajak pendapat ini. Secara keseluruhan, 45% responden menyetujui kinerja Trump.[]

Sumber: Strength In Numbers | G. Elliott Morris

G
Tambahkan probisnis.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Advertisement
300 × 250

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar.