probisnis.id – Setelah 52 tahun absen, RD Congo berhasil lolos ke fase final Piala Dunia 2026. Pada 1974, saat masih bernama Zaïre, mereka mengalami kekalahan telak di fase grup. Kini, di bawah pelatih Sébastien Desabre, tim ini menunjukkan perkembangan pesat.
Desabre mengambil alih tim hampir empat tahun lalu dan membawa mereka ke peringkat keempat di Piala Afrika 2023. Ia menerapkan disiplin dan strategi taktis yang membuat tim semakin kompak. Tim menguji formasi bertahan lima pemain sebelum Piala Dunia dan mempertahankannya di dua pertandingan awal, termasuk hasil imbang melawan Portugal.
RD Congo kemudian beralih ke formasi 4-4-2 untuk meraih kemenangan atas Ouzbékistan. Di bawah kepemimpinan Desabre, tim mencatat 29 clean sheets dari 57 pertandingan. Selain itu, mereka tidak pernah kalah lebih dari satu gol saat melawan tim-tim berbasis di Eropa.
Serangan cepat yang mengandalkan kemampuan Cedric Bakambu dan Yoane Wissa menjadi senjata utama tim. Mereka juga menunjukkan ketahanan mental yang meningkat, setelah melalui tiga pertandingan playoff dalam kualifikasi. Namun, RD Congo jarang melawan tim peringkat 20 besar, kecuali melawan Senegal dan Maroko, dengan hasil yang kurang memuaskan.
Saat ini, banyak pemain utama kesulitan mendapatkan waktu bermain di klub untuk musim 2025-26. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi fisik dan kualitas tim. Chancel Mbemba, kapten tim yang berusia 31 tahun, tetap menjadi pemain kunci meskipun hanya menjadi pemain cadangan di klub-klub Prancis.
Mbemba akan bebas kontrak dari Lille pada musim panas. Noah Sadiki, yang baru debut bersama timnas pada September 2024, memberikan energi baru di lini tengah meskipun absen dalam dua pertandingan terakhir.[]
Sumber: BBC






Komentar